akumalu.com
MENTAWAI — Semangat kemanusiaan dan dakwah kembali ditunjukkan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sumatera Barat. Setelah menempuh perjalanan laut yang panjang dan penuh tantangan, tim MDMC Sumbar akhirnya tiba di Dermaga Pokai, Siberut Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, untuk menjalankan misi pendistribusian hewan kurban titipan para donatur.
Perjalanan dari Kota Padang menuju Mentawai memakan waktu sekitar empat jam pelayaran. Namun perjuangan belum berakhir. Untuk mencapai titik distribusi utama di Masjid Alam Nasyroh, Dusun Sikaladhat, Desa Simalegi, Kecamatan Siberut Barat, tim masih harus melanjutkan perjalanan laut menuju pulau terluar Indonesia yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia.
Dari titik persinggahan, perjalanan menuju lokasi penyembelihan hewan kurban membutuhkan waktu sekitar tujuh jam menggunakan kapal kayu, atau tiga jam jika menggunakan speed boat dengan biaya transportasi yang jauh lebih tinggi.
Misi ini menjadi gambaran nyata beratnya medan dakwah dan kemanusiaan di wilayah kepulauan terluar. Ombak laut, jarak tempuh yang panjang, serta keterbatasan akses transportasi tidak menyurutkan langkah tim MDMC Sumbar untuk memastikan amanah para donatur sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Ini bukan sekadar perjalanan distribusi hewan kurban, tetapi juga perjalanan pengabdian untuk menjangkau saudara-saudara kita di wilayah terdepan negeri,” ungkap salah seorang anggota tim MDMC Sumbar dari lokasi perjalanan.
Kabupaten Kepulauan Mentawai selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah dengan tantangan geografis yang berat. Akses antar pulau yang bergantung pada transportasi laut membuat distribusi bantuan sosial dan kegiatan dakwah membutuhkan energi, waktu, dan biaya yang tidak sedikit.
Namun justru di situlah nilai perjuangan itu terasa. Di tengah keterbatasan, semangat berbagi tetap menyala.
MDMC Sumbar berharap misi kemanusiaan ini mendapat dukungan doa dan partisipasi masyarakat agar distribusi hewan kurban ke daerah-daerah terpencil terus berlanjut.
Perjalanan yang melelahkan, tetapi sarat makna. Sebab di ujung negeri, ada saudara-saudara yang menanti kepedulian.
(akumalu.com)
