Cuaca Sumatera

Diperbarui 06.50 WIB · Sumber Open-Meteo
Medan
30°
⛅ Berawan
Padang
29°
⛅ Berawan
Pekanbaru
31°
⛅ Berawan
Palembang
33°
☀️ Cerah
Banda Aceh
33°
⛅ Berawan
Batam
29°
⛈ Badai petir
Bandar Lampung
29°
🌦 Gerimis ringan
Aku MaluFashionBerita
Fashion

Dari Aktivis Kampus ke Senayan: Kiprah Dr. Mohammad Ichlas El Qudsi, Akademisi Pejuang Ekonomi Rakyat

Akumalu.com – Bagi dunia pergerakan mahasiswa dan politik di Sumatera Barat, nama Mohammad Ichlas El Qudsi—yang akrab disapa “Michel”—menjadi simbol keberhasilan seorang aktivis yang mampu menembus panggung nasional. Lahir di Padang pada 26 Juni 1970, ia memulai perjalanan kepemimpinannya sejak bangku sekolah hingga perguruan tinggi.

Semasa muda, Michel aktif berorganisasi, mulai dari menjabat sebagai Ketua OSIS hingga memimpin Senat Mahasiswa di Universitas Andalas. Keterlibatannya di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menjadi titik penting yang membentuk karakter kepemimpinan dan memperluas jejaringnya. Dari sinilah langkahnya berlanjut ke Jakarta, membuka jalan menuju dunia politik nasional.

Karier politik Michel mencapai puncaknya saat ia terpilih sebagai Anggota DPR RI periode 2009–2014 dari daerah pemilihan Sumatera Barat I. Di parlemen, ia dipercaya duduk di Komisi XI, yang membidangi sektor strategis seperti keuangan negara, perencanaan pembangunan nasional, dan perbankan.

Selama menjabat, Michel dikenal aktif mengawal kebijakan ekonomi agar tetap berpihak pada kebutuhan daerah, khususnya masyarakat Sumatera Barat. Latar belakang akademiknya sebagai doktor ilmu komunikasi turut memperkuat kapasitasnya dalam merumuskan dan mengawasi kebijakan publik di tingkat nasional.

Menariknya, perjalanan Michel tidak berhenti di dunia politik. Ia justru memilih kembali ke jalur akademik sebagai bentuk pengabdian berkelanjutan. Sejak 2018, ia aktif sebagai dosen dan pernah menjabat sebagai Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi di Universitas Pertamina, Jakarta.

Kiprah Michel menjadi bukti bahwa politik bukanlah tujuan akhir, melainkan salah satu fase dalam pengabdian kepada masyarakat. Dari aktivis kampus di Padang, menjadi legislator di Senayan, hingga kini berperan sebagai akademisi, ia menunjukkan konsistensi dalam memperjuangkan nilai-nilai pendidikan dan ekonomi kerakyatan.

Kisahnya menjadi inspirasi bahwa dengan kualitas diri, integritas, dan semangat belajar yang tinggi, seseorang dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi bangsa, di mana pun perannya berada. (*)

Berita Selanjutnya Banjir Susulan Terjang Jorong Labuah Maninjau, Sekolah TK ABA Aisyiyah Rusak Diterjang Lumpur

Berita Terkait

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama menanggapi berita ini.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *