Cuaca Sumatera

Diperbarui 06.48 WIB · Sumber Open-Meteo
Medan
30°
⛅ Berawan
Padang
29°
⛅ Berawan
Pekanbaru
31°
⛅ Berawan
Palembang
33°
☀️ Cerah
Banda Aceh
33°
⛅ Berawan
Batam
29°
⛈ Badai petir
Bandar Lampung
29°
🌦 Gerimis ringan
Aku MaluFashionBerita
Fashion

Reza Pahlavi Disorot Dunia: Pidato di Balik Kaca Antipeluru dan Insiden Siraman di Berlin

Berlin, akumalu.com – Sorotan dunia internasional tertuju pada Reza Pahlavi, putra mahkota Iran yang hidup dalam pengasingan, setelah sebuah video dirinya berpidato di atas panggung dengan perlindungan kaca antipeluru menjadi viral di berbagai platform media sosial. Momen tersebut tidak hanya memantik perhatian, tetapi juga memunculkan kembali perbincangan global tentang dinamika politik Iran dan figur-figur yang berada di luar negeri.

Dalam rekaman yang beredar luas, Pahlavi tampak menyampaikan pidato di hadapan publik dengan pengamanan ketat—sebuah simbol yang mencerminkan tingginya tensi dan risiko yang mengiringi setiap langkahnya di ruang publik internasional.

Viralnya video ini terjadi tak lama setelah insiden yang menimpanya di Berlin, Jerman, pada Kamis, 23 April 2026. Saat keluar dari sebuah gedung, Pahlavi disiram cairan berwarna merah oleh seseorang tak dikenal. Cairan tersebut, yang diduga jus tomat, mengenai bagian belakang jas serta lehernya. Meski tidak menyebabkan cedera serius, insiden ini langsung menyedot perhatian media dan menambah daftar panjang tekanan serta kontroversi yang mengelilinginya.

Reza Pahlavi adalah putra dari Mohammad Reza Pahlavi, shah terakhir Iran yang digulingkan dalam Revolusi 1979—sebuah peristiwa besar yang mengubah arah sejarah negara tersebut. Sejak saat itu, keluarga Pahlavi hidup di pengasingan, sementara nama mereka tetap menjadi simbol perdebatan tajam di kalangan rakyat Iran, baik sebagai harapan perubahan maupun sebagai bagian dari masa lalu yang kontroversial.

Kombinasi antara pidato di balik kaca antipeluru dan insiden penyiraman di Berlin memperkuat citra Pahlavi sebagai figur yang berada di tengah pusaran konflik politik global. Dunia kini kembali memperhatikan: apakah ini sekadar simbol perlawanan dari kejauhan, atau pertanda babak baru dalam dinamika politik Iran di mata internasional. (*)

Berita Selanjutnya MDMC Sumbar Raih Apresiasi Gubernur di Puncak HKB 2026: Dedikasi Nyata di Tengah Ancaman Bencana

Berita Terkait

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama menanggapi berita ini.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *