Dakoga tv

LEBIH DARI SEKEDAR TV

What's Hot

Recent News

Subscribe to our newsletter for real-time updates on new articles, tips, and exclusive insights.

[contact-form-7 id="a4b0165" title="Contact form 1_copy"]

Just In

Business

- Advertisement -

Technology

Mengambil Hikmah dari PRRI 1958 untuk Memperkuat Persatuan Bangsa dan Kedaulatan Negara

Oleh: Advokat Ki Jal Atri Tanjung, S.Pd., S.H., M.H. (Rajo Amat Mudo) AKUMALU.COM – Peristiwa Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) yang dideklarasikan pada 21 Februari 1958 di Sumatera Tengah merupakan salah satu bab penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Hampir tujuh dekade telah berlalu, namun peristiwa tersebut menyimpan pelajaran berharga yang relevan untuk memperkokoh persatuan […]

Tim Irman Gusman Centre dan MDMC Sumbar Bergerak Cepat Salurkan Bantuan bagi Korban Banjir di Agam

Padang, 19 Juli 2026 — Tim Irman Gusman Centre (IG Centre) bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sumatera Barat bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir di Jorong Labuah dan Jorong Kubu, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Banjir yang dipicu hujan deras sejak Sabtu malam hingga Minggu dini hari itu […]

Belajar dari Kasus MAN 3 Kota Padang

Oleh: Labai Korok Kasus perundungan (bullying) di lingkungan sekolah bukan lagi persoalan sepele. Jika selama ini banyak yang menganggapnya sekadar kenakalan remaja, berbagai peristiwa yang terjadi belakangan justru menunjukkan bahwa dampaknya bisa berkembang menjadi tragedi yang mengancam keselamatan banyak orang. Peristiwa yang terjadi di MAN 3 Kota Padang menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan Indonesia. […]

Recent News

Mengambil Hikmah dari PRRI 1958 untuk Memperkuat Persatuan Bangsa dan Kedaulatan Negara

Oleh: Advokat Ki Jal Atri Tanjung, S.Pd., S.H., M.H. (Rajo Amat Mudo) AKUMALU.COM – Peristiwa Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) yang dideklarasikan pada 21 Februari 1958 di Sumatera Tengah merupakan salah satu bab penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Hampir tujuh dekade telah berlalu, namun peristiwa tersebut menyimpan pelajaran berharga yang relevan untuk memperkokoh persatuan […]
Read more

Tim Irman Gusman Centre dan MDMC Sumbar Bergerak Cepat Salurkan Bantuan bagi Korban Banjir di Agam

Padang, 19 Juli 2026 — Tim Irman Gusman Centre (IG Centre) bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sumatera Barat bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir di Jorong Labuah dan Jorong Kubu, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Banjir yang dipicu hujan deras sejak Sabtu malam hingga Minggu dini hari itu […]
Read more

Belajar dari Kasus MAN 3 Kota Padang

Oleh: Labai Korok Kasus perundungan (bullying) di lingkungan sekolah bukan lagi persoalan sepele. Jika selama ini banyak yang menganggapnya sekadar kenakalan remaja, berbagai peristiwa yang terjadi belakangan justru menunjukkan bahwa dampaknya bisa berkembang menjadi tragedi yang mengancam keselamatan banyak orang. Peristiwa yang terjadi di MAN 3 Kota Padang menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan Indonesia. […]
Read more

Kajati Sumatera Barat Jemput Mahasiswa Pascademo, Akhiri Polemik Ini

Oleh: Labai Korok Aksi demonstrasi yang berujung pada robohnya pagar Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Barat seharusnya menjadi alarm bagi seluruh aparat penegak hukum. Peristiwa tersebut semestinya menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam menegakkan hukum dan menghadirkan keadilan di Ranah Minang. Namun, perhatian publik kemudian bergeser akibat beredarnya informasi di media sosial mengenai dugaan penjemputan […]
Read more

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Kebangkitan Nasional: Hakekatnya Kebangkitan Ilmu, Akhlak, dan Kepedulian Sosial

Table of Content

Oleh: Advokat Ki Jal Atri Tanjung, S.Pd., S.H., M.H.
akumalu.com

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”
(QS. Ar-Ra’d: 11)

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Momentum ini bukan sekadar mengenang berdirinya Boedi Oetomo pada 1908 sebagai tonggak awal pergerakan nasional modern, tetapi juga menjadi ruang refleksi mendalam tentang makna kebangkitan yang sesungguhnya.

Jika peringatan ini hanya berhenti pada seremoni, pidato formal, dan upacara tahunan, maka kita sesungguhnya kehilangan ruh perjuangan para pendahulu bangsa. Sebab, kebangkitan nasional yang hakiki bukan hanya tentang bangkit secara politik atau ekonomi, melainkan bangkit dalam tiga fondasi utama peradaban: ilmu, akhlak, dan kepedulian sosial.

Kebangkitan Ilmu: Jalan Menuju Kemandirian Bangsa

Sejarah mencatat, Boedi Oetomo lahir dari kesadaran para pelajar STOVIA yang memahami bahwa penjajahan tidak cukup dilawan dengan semangat semata. Perlawanan membutuhkan pengetahuan, strategi, dan kecerdasan.

Ilmu adalah cahaya peradaban. Bangsa yang meninggalkan ilmu akan mudah terjebak dalam ketergantungan, manipulasi, dan keterbelakangan. Tidak sedikit negara yang berhasil bangkit dari kehancuran karena menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama. Jepang dan Korea Selatan adalah contoh nyata bagaimana ilmu pengetahuan mampu menjadi mesin kebangkitan nasional.

Di Indonesia hari ini, kebangkitan ilmu harus diwujudkan melalui gerakan nyata. Budaya membaca harus kembali dihidupkan. Tradisi berpikir kritis harus diperkuat. Guru, dosen, peneliti, dan para pejuang pendidikan harus ditempatkan sebagai pilar pembangunan bangsa, bukan sekadar pelengkap birokrasi.

Lebih dari itu, ilmu harus mampu menjawab persoalan konkret masyarakat: kemiskinan, ketimpangan ekonomi, kerusakan lingkungan, kesehatan publik, hingga tantangan teknologi digital.

Tanpa ilmu, bangsa ini hanya akan menjadi konsumen gagasan dan pasar bagi produk pemikiran bangsa lain.

Kebangkitan Akhlak: Perekat Persatuan Bangsa

Bangsa tidak selalu runtuh karena kemiskinan. Banyak bangsa justru hancur karena kerusakan moral.

Korupsi, penyebaran hoaks, fitnah politik, intoleransi, serta budaya saling menjatuhkan adalah gejala bangsa yang sedang kehilangan akhlaknya. Kemajuan teknologi tanpa fondasi moral justru bisa menjadi alat penghancur peradaban.

Para pendiri bangsa memahami betul pentingnya karakter. Sumpah Pemuda bukan sekadar deklarasi kebangsaan, tetapi juga pernyataan moral tentang persatuan di tengah keberagaman.

Akhlak adalah perekat kehidupan sosial. Dengan akhlak, seseorang taat aturan bukan karena takut dihukum, tetapi karena malu berbuat curang. Dengan akhlak, pemimpin hadir untuk melayani, bukan dilayani. Dengan akhlak, perbedaan menjadi kekuatan, bukan sumber konflik.

Kebangkitan nasional tanpa akhlak hanya akan melahirkan demokrasi yang gaduh tanpa substansi, pertumbuhan ekonomi yang timpang, dan kemajuan yang kehilangan nilai kemanusiaan.

Kepedulian Sosial: Ukuran Keberadaban Bangsa

Ukuran kebangkitan sejati bukan seberapa tinggi gedung yang dibangun, tetapi bagaimana bangsa memperlakukan rakyat kecil.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak membiarkan warganya tertinggal.

Kepedulian sosial merupakan antitesis dari individualisme yang semakin menguat di era modern. Dalam kehidupan bermasyarakat, kepedulian adalah energi gotong royong yang menjadi identitas bangsa Indonesia.

Di era digital, kepedulian sosial memiliki bentuk baru. Menyebarkan informasi yang benar, mendukung UMKM lokal, membantu masyarakat yang membutuhkan, aktif dalam kegiatan sosial, hingga berani bersuara terhadap ketidakadilan adalah bagian dari kebangkitan sosial masa kini.

Kita tidak boleh menjadi masyarakat yang sibuk di media sosial tetapi abai terhadap penderitaan di sekitar.

Sebab bangsa yang maju bukan hanya bangsa yang kaya, tetapi bangsa yang memiliki nurani.

Kebangkitan Harus Dimulai dari Diri Sendiri

Sebagaimana pesan Al-Qur’an dalam QS. Ar-Ra’d ayat 11, perubahan tidak akan datang tanpa kesadaran untuk berubah dari dalam diri.

Kebangkitan nasional tidak bisa hanya menunggu kebijakan pemerintah atau keputusan elite. Ia harus lahir dari tindakan kecil yang konsisten.

Ketika mahasiswa memilih belajar dengan sungguh-sungguh, ketika guru mengajar dengan hati, ketika pengusaha berbisnis dengan jujur, ketika warga melawan hoaks dengan data, di sanalah kebangkitan itu sedang berlangsung.

Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar catatan sejarah. Ia adalah panggilan moral.

Pertanyaannya, sudahkah kita benar-benar ikut membangkitkan ilmu, menegakkan akhlak, dan menumbuhkan kepedulian sosial?

akumalu.com | Suara Pemikiran, Cermin Peradaban

REVAN FAUZI HANDHIKA

vanrevan390@gmail.com https://dakoga.tv/wp-admin/user-new.php

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent News

Trending News

Editor's Picks

Mengambil Hikmah dari PRRI 1958 untuk Memperkuat Persatuan Bangsa dan Kedaulatan Negara

Oleh: Advokat Ki Jal Atri Tanjung, S.Pd., S.H., M.H. (Rajo Amat Mudo) AKUMALU.COM – Peristiwa Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) yang dideklarasikan pada 21 Februari 1958 di Sumatera Tengah merupakan salah satu bab penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Hampir tujuh dekade telah berlalu, namun peristiwa tersebut menyimpan pelajaran berharga yang relevan untuk memperkokoh persatuan […]

Tim Irman Gusman Centre dan MDMC Sumbar Bergerak Cepat Salurkan Bantuan bagi Korban Banjir di Agam

Padang, 19 Juli 2026 — Tim Irman Gusman Centre (IG Centre) bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sumatera Barat bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir di Jorong Labuah dan Jorong Kubu, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Banjir yang dipicu hujan deras sejak Sabtu malam hingga Minggu dini hari itu […]

Belajar dari Kasus MAN 3 Kota Padang

Oleh: Labai Korok Kasus perundungan (bullying) di lingkungan sekolah bukan lagi persoalan sepele. Jika selama ini banyak yang menganggapnya sekadar kenakalan remaja, berbagai peristiwa yang terjadi belakangan justru menunjukkan bahwa dampaknya bisa berkembang menjadi tragedi yang mengancam keselamatan banyak orang. Peristiwa yang terjadi di MAN 3 Kota Padang menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan Indonesia. […]

Kajati Sumatera Barat Jemput Mahasiswa Pascademo, Akhiri Polemik Ini

Oleh: Labai Korok Aksi demonstrasi yang berujung pada robohnya pagar Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Barat seharusnya menjadi alarm bagi seluruh aparat penegak hukum. Peristiwa tersebut semestinya menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam menegakkan hukum dan menghadirkan keadilan di Ranah Minang. Namun, perhatian publik kemudian bergeser akibat beredarnya informasi di media sosial mengenai dugaan penjemputan […]

Pegang Tangan Korban Sambil Berkata “Di Sini Tidak Ada CCTV”, Kadis Pariwisata Pasaman Dilaporkan ke Polisi

Pasaman, Akumalu.com – Seorang kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasaman berinisial A.S. dilaporkan ke Polres Pasaman atas dugaan tindak pidana kekerasan seksual. Laporan tersebut saat ini sedang diproses oleh penyidik. Di sisi lain, A.S. membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Ia menegaskan bahwa tuduhan tersebut merupakan fitnah, pencemaran nama baik, serta diduga bermuatan unsur […]

Akumalu.com merupakan unit media di bawah naungan Dakoga Corp yang bergerak di bidang produksi konten, peliputan, dan media digital untuk mendukung kebutuhan informasi, dokumentasi, dan promosi secara profesional.

Email pimpinan : vanrevan390@gmail.com
Whatsapp : 085712378102

Popular Categories

Must Read

©2026- All Right Reserved. Copyright by Akumalu.com