Cuaca Sumatera

Diperbarui 08.50 WIB · Sumber Open-Meteo
Medan
30°
🌦 Gerimis
Padang
28°
🌦 Gerimis ringan
Pekanbaru
32°
🌦 Gerimis ringan
Palembang
31°
🌦 Gerimis lebat
Banda Aceh
33°
⛅ Berawan
Batam
30°
🌦 Gerimis ringan
Bandar Lampung
29°
🌦 Gerimis
Aku Malu › Fashion › Berita
Fashion

Jejak 98 Tahun Pesantren Kauman Muhammadiyah: Menjaga Tradisi, Menyiapkan Generasi Masa Depan

Padang, akumalu.com — Di tengah arus perubahan zaman yang kian cepat, Pesantren Kauman Muhammadiyah menapaki usia ke-98 dengan satu pijakan yang tetap kokoh: menjaga nilai, sembari terus bergerak maju. Milad ke-98 bukan sekadar penanda usia, melainkan refleksi panjang perjalanan lembaga pendidikan yang telah melahirkan generasi demi generasi.

Perjalanan hampir satu abad itu kembali diingat dalam suasana khidmat, ketika ucapan selamat dan doa mengalir dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat, Dr. Bachtiar, M.Ag., yang menyampaikan harapan agar pesantren ini terus menjadi ruang lahirnya generasi berilmu dan berakhlak.

“Selamat milad ke-98 Pesantren Kauman Muhammadiyah. Semoga terus melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing,” ujar Bachtiar.

Ucapan itu bukan sekadar formalitas. Bagi keluarga besar pesantren, doa dan dukungan tersebut menjadi energi moral yang memperkuat langkah mereka dalam menghadapi tantangan pendidikan ke depan.

Selama hampir satu abad, Pesantren Kauman Muhammadiyah telah menempatkan diri sebagai salah satu pilar pendidikan berbasis keislaman di Sumatera Barat. Di ruang-ruang kelas sederhana hingga kegiatan pembinaan karakter, pesantren ini menanamkan nilai-nilai yang melampaui sekadar capaian akademik.

Di tengah tantangan globalisasi, pesantren dituntut untuk tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga beradaptasi. Pendidikan tidak lagi cukup berhenti pada penguasaan ilmu, melainkan juga membentuk karakter, daya saing, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman.

Di sinilah peran pesantren menjadi semakin relevan. Ia bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang pembentukan kepribadian—tempat di mana nilai, disiplin, dan integritas ditanamkan sejak dini.

Pihak Pesantren Kauman Muhammadiyah menyadari bahwa perjalanan ke depan tidak akan mudah. Namun, dengan dukungan berbagai pihak, termasuk tokoh-tokoh Muhammadiyah, mereka optimistis dapat terus melangkah.

Harapan yang disampaikan sederhana, namun sarat makna: setiap doa yang dipanjatkan menjadi keberkahan, dan setiap langkah yang diambil mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Di usia ke-98, Pesantren Kauman Muhammadiyah tidak hanya merayakan masa lalu, tetapi juga menatap masa depan—dengan keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan panjang untuk membangun peradaban. (*)

Berita Selanjutnya Dari Birokrat Daerah ke Senayan: Jejak Inspiratif Muhammad Shadiq Pasadigoe Menembus Batas Kesuksesan
›

Berita Terkait

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama menanggapi berita ini.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *