Aku Malu › Fashion › Berita
Fashion

Pemprov DKI Jakarta Gelar Operasi Serentak Basmi Ikan Sapu-Sapu, 6,98 Ton Dimusnahkan

JAKARTA, akumalu.com — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meluncurkan operasi serentak berbasis “perang basmi ikan sapu-sapu” di lima wilayah kota administrasi pada Jumat (17/04/2026). Kegiatan ini digelar di berbagai titik sungai, kali, dan saluran air dengan melibatkan ratusan personel gabungan.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan bahwa langkah tersebut diambil karena populasi ikan sapu-sapu kini telah mendominasi lebih dari 60 persen perairan di Jakarta. Kondisi ini dinilai mengancam keberlangsungan ikan endemik serta keseimbangan ekosistem perairan.

“Dominasi ikan sapu-sapu tidak hanya mengganggu ekosistem, tetapi juga berdampak pada kualitas lingkungan perairan,” ujarnya.

Dalam operasi tersebut, petugas berhasil menangkap sebanyak 6,98 ton ikan sapu-sapu. Seluruh hasil tangkapan tidak dimanfaatkan, melainkan langsung dimusnahkan sebagai bagian dari upaya memutus rantai dominasi spesies invasif yang berpotensi merusak dinding sungai dan menurunkan kualitas air di ibu kota.

Pemerintah berharap langkah ini dapat menjadi solusi awal dalam mengendalikan penyebaran ikan invasif sekaligus menjaga kelestarian ekosistem perairan Jakarta. (*)

Berita Selanjutnya Suara Lagu Tiba-tiba Menggema Saat Pembukaan MTQ Koto Tangah, Wagub Padang Sempat Terhenti Berpidato PADANG — Suasana pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-42 tingkat Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, mendadak berubah ketika suara lagu terdengar dari pengeras suara di tengah pidato Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, Jumat (18/4/2026). Peristiwa tersebut terjadi saat Maigus tengah menyampaikan sambutan terkait pentingnya Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Ia bahkan sempat menghentikan ucapannya ketika suara perempuan menyanyikan lagu “Lelaki Cadangan” terdengar jelas di lokasi acara. Dalam pidatonya sebelum kejadian, Maigus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pelaksanaan MTQ agar ke depan kafilah dari Kota Padang mampu bersaing tanpa bergantung pada peserta dari luar daerah. “Yang ketiga bapak ibu semua, mohon dukungan kita semua. Kita tidak berharap lagi MTQ ke depan kafilahnya dari luar. Saya sudah sampaikan kepada Buya Suardi…,” ujar Maigus, sebelum akhirnya terhenti akibat gangguan suara tersebut. Camat Koto Tangah, Fizlan Setiawan, menjelaskan bahwa insiden itu murni kesalahan teknis (human error) dan bukan unsur kesengajaan. Menurutnya, seluruh perangkat audio sebenarnya telah disiapkan dengan pengamanan maksimal. Sambungan Bluetooth dan mikrofon lain telah dinonaktifkan, dan hanya mikrofon utama yang digunakan oleh Wakil Wali Kota yang aktif. “Bluetooth sudah mati, dan mic lain juga sudah dimatikan. Hanya mic yang digunakan pak Wakil Wali Kota yang aktif. Jaringan juga sudah kami nonaktifkan. Kemungkinan ada mic wireless di sekitar yang frekuensinya masuk ke sistem,” jelas Fizlan. Ia menambahkan, pihak panitia telah berkoordinasi dengan penyedia sound system serta protokoler untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali selama rangkaian MTQ berlangsung. Meski sempat mengganggu jalannya acara, kegiatan pembukaan MTQ tetap dilanjutkan dan berlangsung lancar hingga selesai.
›

Berita Terkait

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama menanggapi berita ini.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *