SOLOK | Akumalu.com — Semangat kemanusiaan dan solidaritas lintas negara kembali hadir di tengah masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat. Kamis (28/5/2026), Tim MDMC Sumatra Barat melaksanakan penyembelihan hewan qurban untuk masyarakat korban bencana galodo dan banjir di Nagari Salayo, Kabupaten Solok, yang terdampak musibah besar pada 27 November 2025 silam.
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara MDMC Sumatra Barat, IG Center, dan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Jerman/Kaum Muslimin Jerman yang menyalurkan satu ekor sapi qurban di Musholla Muhammadiyah Salayo.
Momentum penuh haru itu turut dihadiri langsung oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat, Drs. H. Marhadi Efendi, M.Si, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Solok Buya Darmawan, jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Salayo, tokoh masyarakat, serta warga terdampak bencana.
Ketua tim MDMC Sumbar menyampaikan bahwa qurban di daerah bencana bukan hanya tentang pembagian daging, tetapi menjadi simbol kepedulian, penguatan ukhuwah, dan penyemangat bagi masyarakat yang masih berjuang bangkit pascabencana.
“Alhamdulillah, amanah qurban dari saudara-saudara kita di Jerman dapat kami salurkan langsung kepada masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Solok. Ini bukan sekadar ibadah qurban, tetapi bentuk nyata solidaritas kemanusiaan,” ujarnya.
MDMC Sumatra Barat juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PCIM Jerman dan Kaum Muslimin Jerman yang telah mempercayakan penyaluran hewan qurban melalui MDMC Sumbar.
“Terima kasih kepada seluruh donatur, ayahanda, ibunda, dan masyarakat yang telah mensupport dan menitipkan amanah qurban kepada MDMC Sumatra Barat. Semoga menjadi amal ibadah dan keberkahan bagi semua,” tambahnya.
Dalam momentum Iduladha 1447 Hijriah/2026 M ini, MDMC Sumatra Barat tercatat telah mendistribusikan sebanyak 10 ekor sapi qurban yang tersebar di tiga kabupaten, yakni:
- Kabupaten Solok : 1 ekor sapi
- Kabupaten Agam : 3 ekor sapi
- Kabupaten Kepulauan Mentawai : 6 ekor sapi
Sebanyak empat ekor sapi disalurkan di daerah terdampak bencana, sementara enam ekor lainnya didistribusikan ke wilayah 3T dan masyarakat muallaf di pedalaman Mentawai.
Langkah tersebut menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan kemanusiaan terus hidup, menjangkau masyarakat hingga pelosok negeri dan daerah yang paling membutuhkan perhatian.
(akumalu.com)
