Dakoga tv

LEBIH DARI SEKEDAR TV

What's Hot

Recent News

Subscribe to our newsletter for real-time updates on new articles, tips, and exclusive insights.

[contact-form-7 id="a4b0165" title="Contact form 1_copy"]

Just In

Business

- Advertisement -

Technology

Berhenti Mencetak Robot: Saatnya Sekolah Kembali Menjadi Taman

Oleh: Advokat Ki Jal Atri Tanjung, S.Pd., S.H., M.H. | akumalu.com Di tengah arus modernisasi pendidikan, muncul pertanyaan mendasar: apakah sekolah masih menjadi tempat tumbuhnya manusia, atau justru berubah menjadi “pabrik” yang mencetak robot? Kritik ini bukan tanpa alasan. Banyak praktik pendidikan hari ini dinilai lebih menekankan angka ketimbang makna, hasil ketimbang proses, serta kepatuhan […]

Rodtang vs Takeru: Fakta atau Sekadar Rumor? Duel Impian yang Bikin Dunia Muay Thai Bergemuruh

Akumalu.com | Jagat olahraga tarung kembali diramaikan dengan perbincangan panas soal duel antara Rodtang Jitmuangnon dan Takeru Segawa. Isu yang beredar di media sosial menyebutkan Rodtang pernah kalah dari Takeru dalam sebuah pertarungan. Namun, hingga saat ini, kabar tersebut dipastikan tidak pernah terjadi dalam pertandingan resmi. Informasi yang beredar luas diduga berasal dari spekulasi penggemar, […]

Soroti Tata Kelola Data, Deddy Sitorus: Administrasi Kependudukan RI Dinilai Tertinggal dari Malaysia

JAKARTA | akumalu.com — Anggota Komisi II DPR RI, Deddy Sitorus, melontarkan kritik tajam terhadap tata kelola administrasi kependudukan di Indonesia. Ia menilai sistem pengelolaan data lintas lembaga yang masih terfragmentasi justru memicu pemborosan anggaran negara. Menurut Deddy, keberadaan kartu identitas elektronik (e-KTP) seharusnya menjadi kunci integrasi data nasional. Namun, kenyataannya berbagai lembaga masih berjalan […]

Recent News

Berhenti Mencetak Robot: Saatnya Sekolah Kembali Menjadi Taman

Oleh: Advokat Ki Jal Atri Tanjung, S.Pd., S.H., M.H. | akumalu.com Di tengah arus modernisasi pendidikan, muncul pertanyaan mendasar: apakah sekolah masih menjadi tempat tumbuhnya manusia, atau justru berubah menjadi “pabrik” yang mencetak robot? Kritik ini bukan tanpa alasan. Banyak praktik pendidikan hari ini dinilai lebih menekankan angka ketimbang makna, hasil ketimbang proses, serta kepatuhan […]
Read more

Rodtang vs Takeru: Fakta atau Sekadar Rumor? Duel Impian yang Bikin Dunia Muay Thai Bergemuruh

Akumalu.com | Jagat olahraga tarung kembali diramaikan dengan perbincangan panas soal duel antara Rodtang Jitmuangnon dan Takeru Segawa. Isu yang beredar di media sosial menyebutkan Rodtang pernah kalah dari Takeru dalam sebuah pertarungan. Namun, hingga saat ini, kabar tersebut dipastikan tidak pernah terjadi dalam pertandingan resmi. Informasi yang beredar luas diduga berasal dari spekulasi penggemar, […]
Read more

Soroti Tata Kelola Data, Deddy Sitorus: Administrasi Kependudukan RI Dinilai Tertinggal dari Malaysia

JAKARTA | akumalu.com — Anggota Komisi II DPR RI, Deddy Sitorus, melontarkan kritik tajam terhadap tata kelola administrasi kependudukan di Indonesia. Ia menilai sistem pengelolaan data lintas lembaga yang masih terfragmentasi justru memicu pemborosan anggaran negara. Menurut Deddy, keberadaan kartu identitas elektronik (e-KTP) seharusnya menjadi kunci integrasi data nasional. Namun, kenyataannya berbagai lembaga masih berjalan […]
Read more

Hari yang Sama, Luka yang Berulang: Dari Tragedi Bintaro 1987 ke Bekasi 2026

Oleh Labai Korok | akumalu.com Senin kembali mencatatkan duka. Hari yang sama, dalam dua rentang waktu berbeda, menjadi saksi tragedi kecelakaan kereta api di Indonesia—dari Tragedi Bintaro 1987 hingga insiden tabrakan di Bekasi pada 27 April 2026. Bagi sebagian orang, ini adalah takdir. Namun dalam perspektif keselamatan transportasi, setiap kecelakaan tetap menyisakan pertanyaan besar tentang […]
Read more

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Berhenti Mencetak Robot: Saatnya Sekolah Kembali Menjadi Taman

Table of Content

Oleh: Advokat Ki Jal Atri Tanjung, S.Pd., S.H., M.H. | akumalu.com

Di tengah arus modernisasi pendidikan, muncul pertanyaan mendasar: apakah sekolah masih menjadi tempat tumbuhnya manusia, atau justru berubah menjadi “pabrik” yang mencetak robot? Kritik ini bukan tanpa alasan. Banyak praktik pendidikan hari ini dinilai lebih menekankan angka ketimbang makna, hasil ketimbang proses, serta kepatuhan ketimbang kreativitas.

Sekolah “Pabrik Robot”: Gejala yang Nyata

Ciri-ciri sekolah yang terjebak dalam pola “pabrik robot” semakin mudah dikenali.

Pertama, orientasi pendidikan masih berpusat pada angka. Ujian Nasional memang telah berganti menjadi ANBK, tetapi mentalitas mengejar skor tetap sama—hanya berganti istilah, bukan substansi.

Kedua, durasi belajar yang panjang tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas pengalaman belajar. Banyak siswa pulang bukan dengan rasa ingin tahu, melainkan dengan beban stres dan kelelahan.

Ketiga, kesalahan sering diposisikan sebagai dosa besar. Akibatnya, anak-anak tumbuh dalam ketakutan: takut mencoba, takut bertanya, bahkan takut berbeda pendapat.

Keempat, keseragaman menjadi standar. Bukan hanya seragam fisik, tetapi juga seragam cara berpikir. Kreativitas yang seharusnya tumbuh justru dianggap mengganggu ketertiban.

Sekolah sebagai “Taman”: Gagasan yang Terlupakan

Konsep pendidikan yang lebih manusiawi sebenarnya telah lama dirumuskan oleh Ki Hajar Dewantara. Ia menggambarkan sekolah sebagai “taman”—tempat anak tumbuh sesuai kodratnya.

Taman adalah ruang hidup yang subur. Ada cahaya, air, dan tanah yang mendukung pertumbuhan. Dalam konteks pendidikan, guru bukanlah pengontrol, melainkan pamong—yang menyirami, merawat, dan mendampingi, bukan memaksa tumbuh secara instan.

Taman juga penuh keberagaman. Tidak semua anak harus menjadi dokter atau insinyur. Ada yang unggul di seni, bahasa, olahraga, desain, dan berbagai bidang lainnya. Setiap anak memiliki potensi unik yang layak dihargai.

Lebih dari itu, taman adalah tempat yang menyenangkan. Anak datang ke sekolah karena rindu belajar, bukan karena takut dihukum. Relasi antara guru dan murid dibangun atas dasar kepercayaan dan keteladanan.

Filosofi kepemimpinan pendidikan pun jelas:

  • Ing ngarso sung tulodo: di depan memberi teladan
  • Ing madya mangun karso: di tengah membangun semangat
  • Tut wuri handayani: di belakang memberi dorongan

Prinsip ini dikenal sebagai Sistem Among, yang menempatkan anak sebagai subjek merdeka dalam proses belajar.

Merdeka Belajar: Lebih dari Sekadar Slogan

Sekolah sebagai taman berarti memberi ruang kemerdekaan:

  • Merdeka berpikir
  • Merdeka berpendapat
  • Merdeka mencoba dan gagal

Karena dari kegagalanlah lahir keberanian dan inovasi.

Jalan Keluar: Berhenti Mencetak Robot

Perubahan bukan hal mustahil. Ada langkah konkret yang bisa dilakukan:

Kurikulum perlu bergeser dari hafalan ke pengalaman. Kurangi dominasi ujian tulis, dan perbanyak proyek, diskusi, presentasi, serta karya nyata.

Guru harus bertransformasi dari “penjaga ujian” menjadi “penumbuh potensi”. Bukan sekadar mengawasi, tetapi membimbing dan menginspirasi.

Orang tua juga perlu mengubah pola pikir. Pertanyaan “nilainya berapa?” sebaiknya diganti dengan “apa yang kamu pelajari hari ini?”

Sistem pendidikan harus berani memberi ruang gagal. Negara seperti Finlandia bahkan tidak menerapkan sistem peringkat di sekolah dasar, namun tetap unggul dalam inovasi dan kualitas pendidikan.

Penutup: Mengembalikan Hakikat Sekolah

Robot mungkin mampu menggantikan manusia di pabrik, tetapi tidak akan pernah mampu menggantikan peran manusia sebagai makhluk berpikir, berperasaan, dan berbudaya.

Sekolah bukanlah tempat mencetak tenaga kerja semata. Ia adalah ruang merawat tunas bangsa dan peradaban.

Sudah saatnya kita berhenti memaksa anak menjadi mesin penurut. Kembalikan sekolah menjadi taman—tempat yang aman, indah, dan menyenangkan untuk tumbuh. Tempat di mana setiap anak bisa menjadi dirinya sendiri, sesuai kodrat dan potensinya.

REVAN FAUZI HANDHIKA

vanrevan390@gmail.com https://dakoga.tv/wp-admin/user-new.php

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent News

Trending News

Editor's Picks

Berhenti Mencetak Robot: Saatnya Sekolah Kembali Menjadi Taman

Oleh: Advokat Ki Jal Atri Tanjung, S.Pd., S.H., M.H. | akumalu.com Di tengah arus modernisasi pendidikan, muncul pertanyaan mendasar: apakah sekolah masih menjadi tempat tumbuhnya manusia, atau justru berubah menjadi “pabrik” yang mencetak robot? Kritik ini bukan tanpa alasan. Banyak praktik pendidikan hari ini dinilai lebih menekankan angka ketimbang makna, hasil ketimbang proses, serta kepatuhan […]

Rodtang vs Takeru: Fakta atau Sekadar Rumor? Duel Impian yang Bikin Dunia Muay Thai Bergemuruh

Akumalu.com | Jagat olahraga tarung kembali diramaikan dengan perbincangan panas soal duel antara Rodtang Jitmuangnon dan Takeru Segawa. Isu yang beredar di media sosial menyebutkan Rodtang pernah kalah dari Takeru dalam sebuah pertarungan. Namun, hingga saat ini, kabar tersebut dipastikan tidak pernah terjadi dalam pertandingan resmi. Informasi yang beredar luas diduga berasal dari spekulasi penggemar, […]

Soroti Tata Kelola Data, Deddy Sitorus: Administrasi Kependudukan RI Dinilai Tertinggal dari Malaysia

JAKARTA | akumalu.com — Anggota Komisi II DPR RI, Deddy Sitorus, melontarkan kritik tajam terhadap tata kelola administrasi kependudukan di Indonesia. Ia menilai sistem pengelolaan data lintas lembaga yang masih terfragmentasi justru memicu pemborosan anggaran negara. Menurut Deddy, keberadaan kartu identitas elektronik (e-KTP) seharusnya menjadi kunci integrasi data nasional. Namun, kenyataannya berbagai lembaga masih berjalan […]

Hari yang Sama, Luka yang Berulang: Dari Tragedi Bintaro 1987 ke Bekasi 2026

Oleh Labai Korok | akumalu.com Senin kembali mencatatkan duka. Hari yang sama, dalam dua rentang waktu berbeda, menjadi saksi tragedi kecelakaan kereta api di Indonesia—dari Tragedi Bintaro 1987 hingga insiden tabrakan di Bekasi pada 27 April 2026. Bagi sebagian orang, ini adalah takdir. Namun dalam perspektif keselamatan transportasi, setiap kecelakaan tetap menyisakan pertanyaan besar tentang […]

Muhammadiyah Pecahkan Rekor Dunia, Miliki Fakultas Kedokteran Terbanyak

Tuban | akumalu.com — Kabar membanggakan datang dari organisasi Islam besar di Indonesia, Muhammadiyah. Organisasi ini kini mencatatkan diri sebagai pemilik fakultas kedokteran terbanyak di dunia, dengan total mencapai 23 fakultas yang tersebar di berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah. Pencapaian ini menegaskan peran strategis Muhammadiyah dalam dunia pendidikan, khususnya dalam mencetak tenaga medis profesional yang berkontribusi […]

Akumalu.com merupakan unit media di bawah naungan Dakoga Corp yang bergerak di bidang produksi konten, peliputan, dan media digital untuk mendukung kebutuhan informasi, dokumentasi, dan promosi secara profesional.

Email pimpinan : vanrevan390@gmail.com
Whatsapp : 085712378102

Popular Categories

Must Read

©2026- All Right Reserved. Copyright by Akumalu.com