PASAMAN BARAT — Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Sumatera Barat mulai memperkuat gerakan kepemudaan hingga ke tingkat kecamatan. Tidak hanya berbicara konsolidasi organisasi, BM PAN juga mendorong lahirnya program ekonomi produktif bagi generasi muda, salah satunya melalui pengelolaan sampah organik dan nonorganik menjadi produk bernilai ekonomis.
Gagasan tersebut mengemuka dalam Road Show Ketua DPW BM PAN Sumatera Barat M. Marchendo Androgie bersama Sekretaris Wilayah Revan Fauzi Handhika ke DPD BM PAN Pasaman Barat, Rabu malam (19/8/2026).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan itu turut dihadiri ninik mamak, Dewan Pembina DPD BM PAN Pasaman Barat Agus Susanto, M. Ardi Lubis, jajaran DPD BM PAN Pasaman Barat, serta pengurus DPC BM PAN se-Pasaman Barat.
Di hadapan kader dan tokoh masyarakat, Marchendo memaparkan visi dan misi BM PAN Sumatera Barat sekaligus arah program kerja jangka pendek dan jangka panjang organisasi.
Menurut Marchendo, BM PAN harus berkembang menjadi organisasi kepemudaan yang tidak hanya kuat dalam kaderisasi, tetapi mampu menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan nyata generasi muda.
“BM PAN harus menjadi rumah bagi anak muda untuk belajar, berproses, berkarya dan membangun kemandirian. Organisasi harus mampu melahirkan kader yang memiliki gagasan sekaligus berani turun memberikan manfaat kepada masyarakat,” kata Marchendo.
Sampah Jangan Hanya Dibuang, Harus Jadi Nilai Ekonomi
Salah satu program yang mendapat perhatian dalam road show tersebut adalah pengembangan ekonomi pemuda melalui pengelolaan sampah.
Marchendo mendorong kader BM PAN di Pasaman Barat untuk mulai melihat persoalan sampah dari perspektif ekonomi. Sampah organik maupun nonorganik yang selama ini dianggap sebagai limbah dinilai memiliki potensi untuk dikelola menjadi produk bernilai ekonomis.
Sampah organik, misalnya, dapat dikembangkan melalui pengolahan menjadi kompos dan produk turunannya. Sementara sampah nonorganik dapat dipilah, didaur ulang, dikembangkan melalui bank sampah maupun berbagai kegiatan ekonomi kreatif.
“Kita ingin anak muda mampu melihat peluang dari persoalan yang ada di lingkungannya. Sampah jangan hanya dipandang sebagai sesuatu yang harus dibuang. Kalau dikelola dengan pengetahuan, kreativitas dan sistem yang baik, sampah bisa memiliki nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Marchendo.
Menurutnya, konsep tersebut memiliki dua dampak sekaligus, yakni membantu menjaga kebersihan lingkungan dan membuka peluang kegiatan ekonomi produktif bagi pemuda.
Karena itu, BM PAN Sumbar ingin mendorong lahirnya kelompok-kelompok pemuda yang mampu mengembangkan pengelolaan sampah secara kreatif dan berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat.
Dari Konsolidasi Menuju Kerja Nyata
Untuk program jangka pendek, BM PAN Sumbar akan fokus memperkuat struktur organisasi, komunikasi antarpengurus, konsolidasi DPD dan DPC, serta peningkatan kapasitas kader.
Sementara program jangka panjang diarahkan pada kaderisasi berkelanjutan, pembangunan jejaring kepemudaan, penguatan ekonomi pemuda, kegiatan sosial kemasyarakatan, serta pengembangan program produktif yang dapat menciptakan kemandirian.
Marchendo menegaskan ukuran keberhasilan BM PAN nantinya bukan sekadar seberapa banyak kegiatan atau struktur organisasi yang terbentuk, tetapi seberapa besar manfaat keberadaan organisasi dirasakan masyarakat.
“Setelah konsolidasi, harus ada aksi. Kita ingin kader BM PAN mempunyai kemampuan membangun peluang ekonomi, peduli terhadap lingkungan dan hadir memberikan solusi bagi masyarakat,” tegasnya.
Sekwil BM PAN Sumbar Revan Fauzi Handhika turut mendorong agar komunikasi antara DPW, DPD dan DPC semakin diperkuat sehingga program organisasi dapat berjalan sampai ke tingkat akar rumput.
Road show tersebut sekaligus menjadi ruang bagi pengurus wilayah untuk mendengar aspirasi dan kondisi kader secara langsung di Pasaman Barat.
Gandeng Ninik Mamak, Gerakan Pemuda Tetap Berakar pada Nilai Lokal
Kehadiran ninik mamak dalam pertemuan tersebut menjadi bagian penting dalam road show BM PAN Sumbar. Kolaborasi generasi muda dengan tokoh adat dan masyarakat dinilai diperlukan agar gerakan kepemudaan tetap berpijak pada nilai-nilai sosial dan kearifan lokal Minangkabau.
Dewan Pembina DPD BM PAN Pasaman Barat Agus Susanto, bersama M. Ardi Lubis dan jajaran pengurus, menyambut konsolidasi tersebut sebagai momentum memperkuat BM PAN di Pasaman Barat.
Melalui road show ini, BM PAN Sumbar ingin membawa semangat baru: organisasi pemuda tidak cukup hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi harus menjadi tempat lahirnya kader, gagasan, peluang usaha dan solusi bagi masyarakat.
Dari Pasaman Barat, Marchendo Androgie membawa pesan bahwa gerakan anak muda harus bergerak dari konsolidasi menuju kemandirian ekonomi—termasuk mengubah persoalan sampah menjadi peluang yang bernilai.
AKUMALU.com | Akurat • Terpercaya • Untuk Semua
