Padang Pariaman, akumalu.com — Komitmen pemulihan pascabencana di Sumatera Barat kembali menunjukkan progres nyata. Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sumatera Barat mendampingi sekaligus menyerahkan penghargaan kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, dalam momentum peresmian tujuh sekolah darurat di Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Agam, Jumat (17/4/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di SDN 05 Batang Anai ini turut dihadiri Wakil Bupati Padang Pariaman, Rahmat Hidayat, serta Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat, Marhadi Efendi. Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti menerima penghargaan sebagai Tokoh Inspiratif dan Pahlawan Kemanusiaan atas kontribusinya dalam penguatan kolaborasi relawan penanggulangan bencana di Sumatera Barat.
Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam upaya pemulihan sektor pendidikan pasca bencana banjir bandang dan galodo yang melanda wilayah tersebut pada November 2025 lalu. Sebanyak tujuh sekolah darurat yang dibangun atas kepercayaan kepada MDMC kini resmi difungsikan untuk memastikan keberlanjutan proses belajar mengajar bagi para siswa terdampak.
Adapun tujuh sekolah darurat yang diresmikan meliputi:
- SDN 05 Batang Anai
- SDN 14 Labuh
- SDN 09 Bancah
- SMA Muhammadiyah Salareh Aie
- TK ABA Labuh
- TK Aisyiyah Kayu Pasak
- TK Al Ihsan Kampung Tangah
Menteri Abdul Mu’ti dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam percepatan pemulihan pascabencana, khususnya di bidang pendidikan.
“Sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang pemulihan psikososial bagi anak-anak. Karena itu, kehadiran sekolah darurat ini menjadi sangat vital,” ujarnya.
Sementara itu, MDMC Sumatera Barat menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat dalam proses pembangunan kembali fasilitas pendidikan yang rusak berat akibat bencana.
Program pembangunan sekolah darurat ini tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga simbol solidaritas dan gotong royong berbagai pihak dalam memastikan masa depan pendidikan anak-anak tetap terjaga di tengah situasi krisis.
Dengan diresmikannya tujuh sekolah darurat ini, diharapkan proses belajar mengajar dapat kembali berjalan optimal, sekaligus menjadi langkah awal menuju rekonstruksi permanen fasilitas pendidikan di wilayah terdampak. (*)
