Oleh Labai Korok / akumalu.com
Salah satu kebanggaan urang Piaman adalah kuatnya rasa kebersamaan, terutama saat menghadapi musibah, bencana, dan kematian. Ketika seorang Abak meninggal, masyarakat hadir tanpa diminta—menyampaikan doa, duka, dan takziyah. Sebuah tradisi yang patut diapresiasi tinggi.
Prinsip ini dikenal dalam falsafah adat Piaman: “Alek baik bahimbawan, alek buruak bahambawan.” Maknanya sangat mendalam—mencerminkan nilai gotong royong dan solidaritas sosial yang mengakar dalam kehidupan masyarakat Piaman, bahkan Minangkabau secara umum. Baik dalam suasana suka maupun duka, kebersamaan selalu menjadi landasan utama.
Alek baik bahimbawan merujuk pada momen kebahagiaan seperti pernikahan, batagak rumah, dan berbagai bentuk pesta lainnya. Dalam kondisi ini, tuan rumah mengundang—bahimbawan atau bahimbau—yakni memberi kabar dan mengajak sanak saudara serta tetangga untuk datang, membantu, sekaligus berbagi kebahagiaan. Tradisi ini menegaskan bahwa kebahagiaan adalah milik bersama.
Sebaliknya, alek buruak bahambawan menggambarkan situasi duka seperti kematian atau musibah. Tanpa perlu undangan, masyarakat datang dengan inisiatif sendiri—bahambawan. Mereka menyebarkan kabar duka dan turut hadir memberikan bantuan serta dukungan. Inilah wujud nyata filosofi Minangkabau: ringan sama dijinjing, berat sama dipikul.
Dalam kondisi seperti ini, masyarakat tidak menunggu panggilan. Kepedulian tumbuh dari kesadaran kolektif—bahwa duka seseorang adalah duka bersama.
Alhamdulillah, nilai luhur ini masih terasa hingga kini. Saat Abak penulis meninggal, penulis tengah fokus mengurus prosesi pemandian jenazah dan berbagai persiapan lainnya. Tidak sempat untuk mengabari banyak pihak. Namun, karena kuatnya pemahaman adat di tengah masyarakat Piaman dan Minangkabau, kabar tersebut menyebar dengan sendirinya. Banyak yang datang melayat dan mengiringi prosesi pemakaman.
Atas nama keluarga, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Kebersamaan ini bukan sekadar tradisi, melainkan kekuatan sosial yang menjaga nilai kemanusiaan tetap hidup di tengah masyarakat.
