MENTAWAI, akumalu.com — Semangat berbagi di momen Idul Adha benar-benar diuji di pedalaman Kepulauan Mentawai. Tim Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sumatera Barat bersama masyarakat mualaf di Dusun Ugai, Desa Madobak, Siberut Selatan, harus menempuh perjalanan penuh tantangan demi memastikan hewan qurban sampai ke lokasi pemotongan di Masjid Agung Dar El Iman.
Sejak Rabu (20/5/2026), tim gabungan bersama warga setempat melakukan penjemputan sapi qurban dari wilayah Attabai, kawasan paling hulu dari Matotonan yang berjarak sekitar 25 kilometer dari lokasi pelaksanaan qurban. Medan berat, jalan setapak berlumpur, hingga tantangan geografis pedalaman Mentawai tak menyurutkan langkah mereka.
Puncaknya, pada Kamis malam (21/5/2026), sapi qurban bantuan dari para donatur yang dititipkan melalui MDMC Sumatera Barat akhirnya berhasil tiba di Masjid Agung Dar El Iman, Dusun Ugai, setelah perjuangan panjang yang menguras tenaga.
Yang mengharukan, proses pemindahan sapi dilakukan dengan berjalan kaki selama sekitar 4 hingga 6 jam. Tim MDMC bersama warga harus menarik sapi qurban dari lokasi pembelian menuju tempat pemotongan, melewati jalur terjal yang jauh dari akses transportasi modern.
“Ini bukan sekadar mengantar hewan qurban. Ini adalah perjalanan kemanusiaan, perjalanan dakwah, dan bukti bahwa kepedulian tidak mengenal batas medan,” ungkap salah satu relawan di lapangan.
Bagi masyarakat mualaf di pedalaman Mentawai, kehadiran hewan qurban bukan hanya soal daging yang akan dibagikan, tetapi juga simbol perhatian, kasih sayang, dan persaudaraan dari umat Islam di berbagai daerah.
MDMC Sumatera Barat menegaskan bahwa misi ini merupakan bentuk pengabdian nyata untuk menjangkau saudara-saudara yang tinggal di wilayah terpencil.
Mereka pun memegang teguh prinsip yang menggugah semangat perjuangan:
“Jika tidak bisa berqurban dengan harta, maka berqurbanlah dengan tenaga.”
Perjalanan ini menjadi bukti bahwa nilai qurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga tentang pengorbanan, keikhlasan, dan keteguhan hati dalam menebar manfaat.
Diketahui, tim MDMC Sumbar telah beberapa hari berada di wilayah pedalaman Mentawai untuk memastikan amanah dari para donatur benar-benar sampai langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.
Di tengah keterbatasan akses dan beratnya medan, semangat kemanusiaan itu justru semakin menyala.
Dari pedalaman Mentawai, tersiar pesan kuat: kemuliaan Idul Adha tak pernah mengenal jarak.
