MENTAWAI — Kisah perjuangan kemanusiaan yang menggetarkan hati datang dari relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sumatera Barat. Demi memastikan amanah hewan qurban dari para donatur benar-benar sampai ke tangan yang berhak, tim relawan harus menembus ganasnya ombak Samudra Hindia, menyusuri sungai, hingga berjalan kaki puluhan kilometer menuju pedalaman Mentawai. akumalu.com
Perjalanan penuh pengorbanan itu dimulai sejak Selasa (19/5/2026), saat Team MDMC Sumbar bergerak mendistribusikan hewan qurban untuk para jamaah muallaf dan masyarakat muslim di wilayah terpencil Mentawai, mulai dari Desa Matotonan, Atabai, Ugai, hingga kawasan Pantai Barat Sumatera yang langsung berhadapan dengan Samudra Hindia.
Bukan perjalanan biasa. Ini adalah misi kemanusiaan yang menuntut fisik, mental, dan keberanian.
Sebagian relawan harus berjalan kaki sejauh kurang lebih 44 kilometer dengan waktu tempuh mencapai 12 jam, melewati medan berlumpur, hutan pedalaman, serta jalur yang jauh dari akses transportasi memadai. Sementara tim lainnya harus menumpangi kapal kayu selama sekitar 7 jam, menerobos gelombang besar Samudra Hindia demi menjangkau daerah yang terisolasi.
“Ini bukan sekadar distribusi hewan qurban. Ini adalah perjuangan menghadirkan kebahagiaan dan memastikan saudara-saudara muallaf di pedalaman juga merasakan nikmatnya Idul Adha,” ungkap salah seorang relawan MDMC Sumbar.
Hingga Kamis (21/5/2026), tim masih bertahan di Desa Matotonan dan Desa Simalegi, memastikan seluruh hewan qurban titipan dari ayahanda, ibunda, dan para dermawan benar-benar diterima langsung oleh pengurus masjid dan jamaah muallaf di wilayah pedalaman.
Pengabdian ini sekaligus membuka mata banyak pihak bahwa masih ada banyak masjid di pelosok Mentawai yang belum pernah atau masih sangat jarang menerima bantuan qurban.
Di tengah keterbatasan akses dan beratnya medan, semangat para relawan tidak surut. Mereka justru membawa pesan kuat bahwa kepedulian tidak mengenal batas geografis.
MDMC Sumbar pun mengajak masyarakat luas untuk terus memberikan dukungan, doa, dan bantuan agar distribusi bantuan kemanusiaan serta hewan qurban ke wilayah-wilayah terpencil dapat terus berlanjut.
“Mohon doa, arahan, bimbingan, dan dukungan dari seluruh dermawan. Ternyata masih banyak saudara kita di pedalaman yang membutuhkan uluran tangan,” demikian pesan tim dari lokasi.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik ibadah qurban, ada semangat persaudaraan, perjuangan, dan kemanusiaan yang melintasi lautan serta menembus belantara demi menghadirkan senyum bagi mereka yang nyaris tak tersentuh.(red)
