
Kabupaten 50 Kota — Perkembangan sektor pariwisata di Nagari Harau, Kabupaten 50 Kota, terus menunjukkan kemajuan signifikan. Kawasan yang dikenal dengan panorama alam dan tebing batu menjulang ini menjadi salah satu destinasi unggulan di Sumatera Barat yang ramai dikunjungi wisatawan.
Namun, di tengah pesatnya pertumbuhan tersebut, masih ditemukan warga yang hidup dalam kondisi memprihatinkan. Salah satunya adalah Mitra Wati (48), warga Jorong Harau, Nagari Harau, yang hingga kini masih menempati rumah tidak layak huni bersama tiga orang anaknya.
Dalam satu rumah tangga yang terdiri dari empat orang itu, dua anaknya telah menyelesaikan pendidikan, sementara satu anak perempuan masih duduk di bangku SMA. Di tengah keterbatasan ekonomi, Mitra harus membagi penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari sekaligus biaya pendidikan anaknya.
Kondisi rumah yang mereka tempati jauh dari kata layak. Atap rumah bocor saat hujan turun, sementara dinding rumah mulai rapuh dimakan usia. Situasi tersebut membuat keluarga ini kerap merasa tidak nyaman, terutama ketika cuaca buruk melanda kawasan tersebut.
Keterbatasan biaya menjadi kendala utama untuk melakukan perbaikan. Penghasilan yang ada belum memungkinkan untuk merenovasi rumah secara menyeluruh.
Kondisi ini menjadi gambaran bahwa sebagian masyarakat di sekitar kawasan wisata masih menghadapi tantangan dalam pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk hunian yang layak. Pemerataan manfaat pembangunan pariwisata diharapkan dapat dirasakan lebih luas oleh warga setempat, tidak hanya dalam bentuk peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pengembangan sektor wisata memang menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah. Namun demikian, perhatian terhadap kondisi sosial warga tetap menjadi bagian penting dalam pembangunan berkelanjutan. Keberadaan rumah tidak layak huni di wilayah destinasi unggulan ini menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah seharusnya berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakatnya.
