/ Apr 24, 2026
Dakoga tv

LEBIH DARI SEKEDAR TV

What's Hot

Suara Lagu Tiba-tiba Menggema Saat Pembukaan MTQ Koto Tangah, Wagub Padang Sempat Terhenti Berpidato PADANG — Suasana pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-42 tingkat Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, mendadak berubah ketika suara lagu terdengar dari pengeras suara di tengah pidato Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, Jumat (18/4/2026). Peristiwa tersebut terjadi saat Maigus tengah menyampaikan sambutan terkait pentingnya Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Ia bahkan sempat menghentikan ucapannya ketika suara perempuan menyanyikan lagu “Lelaki Cadangan” terdengar jelas di lokasi acara. Dalam pidatonya sebelum kejadian, Maigus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pelaksanaan MTQ agar ke depan kafilah dari Kota Padang mampu bersaing tanpa bergantung pada peserta dari luar daerah. “Yang ketiga bapak ibu semua, mohon dukungan kita semua. Kita tidak berharap lagi MTQ ke depan kafilahnya dari luar. Saya sudah sampaikan kepada Buya Suardi…,” ujar Maigus, sebelum akhirnya terhenti akibat gangguan suara tersebut. Camat Koto Tangah, Fizlan Setiawan, menjelaskan bahwa insiden itu murni kesalahan teknis (human error) dan bukan unsur kesengajaan. Menurutnya, seluruh perangkat audio sebenarnya telah disiapkan dengan pengamanan maksimal. Sambungan Bluetooth dan mikrofon lain telah dinonaktifkan, dan hanya mikrofon utama yang digunakan oleh Wakil Wali Kota yang aktif. “Bluetooth sudah mati, dan mic lain juga sudah dimatikan. Hanya mic yang digunakan pak Wakil Wali Kota yang aktif. Jaringan juga sudah kami nonaktifkan. Kemungkinan ada mic wireless di sekitar yang frekuensinya masuk ke sistem,” jelas Fizlan. Ia menambahkan, pihak panitia telah berkoordinasi dengan penyedia sound system serta protokoler untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali selama rangkaian MTQ berlangsung. Meski sempat mengganggu jalannya acara, kegiatan pembukaan MTQ tetap dilanjutkan dan berlangsung lancar hingga selesai.

Recent News

Suara Lagu Tiba-tiba Menggema Saat Pembukaan MTQ Koto Tangah, Wagub Padang Sempat Terhenti Berpidato PADANG — Suasana pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-42 tingkat Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, mendadak berubah ketika suara lagu terdengar dari pengeras suara di tengah pidato Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, Jumat (18/4/2026). Peristiwa tersebut terjadi saat Maigus tengah menyampaikan sambutan terkait pentingnya Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Ia bahkan sempat menghentikan ucapannya ketika suara perempuan menyanyikan lagu “Lelaki Cadangan” terdengar jelas di lokasi acara. Dalam pidatonya sebelum kejadian, Maigus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pelaksanaan MTQ agar ke depan kafilah dari Kota Padang mampu bersaing tanpa bergantung pada peserta dari luar daerah. “Yang ketiga bapak ibu semua, mohon dukungan kita semua. Kita tidak berharap lagi MTQ ke depan kafilahnya dari luar. Saya sudah sampaikan kepada Buya Suardi…,” ujar Maigus, sebelum akhirnya terhenti akibat gangguan suara tersebut. Camat Koto Tangah, Fizlan Setiawan, menjelaskan bahwa insiden itu murni kesalahan teknis (human error) dan bukan unsur kesengajaan. Menurutnya, seluruh perangkat audio sebenarnya telah disiapkan dengan pengamanan maksimal. Sambungan Bluetooth dan mikrofon lain telah dinonaktifkan, dan hanya mikrofon utama yang digunakan oleh Wakil Wali Kota yang aktif. “Bluetooth sudah mati, dan mic lain juga sudah dimatikan. Hanya mic yang digunakan pak Wakil Wali Kota yang aktif. Jaringan juga sudah kami nonaktifkan. Kemungkinan ada mic wireless di sekitar yang frekuensinya masuk ke sistem,” jelas Fizlan. Ia menambahkan, pihak panitia telah berkoordinasi dengan penyedia sound system serta protokoler untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali selama rangkaian MTQ berlangsung. Meski sempat mengganggu jalannya acara, kegiatan pembukaan MTQ tetap dilanjutkan dan berlangsung lancar hingga selesai.

Subscribe to our newsletter for real-time updates on new articles, tips, and exclusive insights.

[contact-form-7 id="a4b0165" title="Contact form 1_copy"]

Featured Stories

Just In

Business

- Advertisement -

Technology

Kartini: Habislah Gelap Terbitlah Siang

Oleh: Hendri Gunawan, S.Pd.I | akumalu.com Setiap 21 April, kita menyebut nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Namun, sering kali kita lupa: Kartini bukan sekadar nama yang dikenang, melainkan nyala yang seharusnya terus hidup dalam kesadaran bangsa. Di balik sunyi pingitan, Kartini tidak menyerah pada gelap. Ia menulis—bukan sekadar rangkaian kata, tetapi perlawanan. Ia bermimpi—bukan […]

Piaman Punya Adat Kebersamaan: “Maningga Abak”

Oleh Labai Korok / akumalu.com Salah satu kebanggaan urang Piaman adalah kuatnya rasa kebersamaan, terutama saat menghadapi musibah, bencana, dan kematian. Ketika seorang Abak meninggal, masyarakat hadir tanpa diminta—menyampaikan doa, duka, dan takziyah. Sebuah tradisi yang patut diapresiasi tinggi. Prinsip ini dikenal dalam falsafah adat Piaman: “Alek baik bahimbawan, alek buruak bahambawan.” Maknanya sangat mendalam—mencerminkan […]

Arteria Dahlan vs Ferry Amsari: Duel Dua Kutub Hukum Nasional, Siapa Lebih Tajam?

Akumalu.com – Pertarungan gagasan antara Arteria Dahlan dan Ferry Amsari bukan sekadar adu argumen, melainkan representasi dua kutub besar dalam lanskap hukum Indonesia: kekuasaan politik dan otoritas akademik. Keduanya berasal dari Ranah Minang, namun menapaki jalur berbeda yang membentuk karakter dan daya gedor masing-masing. Arteria Dahlan mengasah pengaruhnya di gelanggang politik praktis. Sebagai anggota DPR […]

Recent News

Kartini: Habislah Gelap Terbitlah Siang

Oleh: Hendri Gunawan, S.Pd.I | akumalu.com Setiap 21 April, kita menyebut nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Namun, sering kali kita lupa: Kartini bukan sekadar nama yang dikenang, melainkan nyala yang seharusnya terus hidup dalam kesadaran bangsa. Di balik sunyi pingitan, Kartini tidak menyerah pada gelap. Ia menulis—bukan sekadar rangkaian kata, tetapi perlawanan. Ia bermimpi—bukan […]
Read more

Piaman Punya Adat Kebersamaan: “Maningga Abak”

Oleh Labai Korok / akumalu.com Salah satu kebanggaan urang Piaman adalah kuatnya rasa kebersamaan, terutama saat menghadapi musibah, bencana, dan kematian. Ketika seorang Abak meninggal, masyarakat hadir tanpa diminta—menyampaikan doa, duka, dan takziyah. Sebuah tradisi yang patut diapresiasi tinggi. Prinsip ini dikenal dalam falsafah adat Piaman: “Alek baik bahimbawan, alek buruak bahambawan.” Maknanya sangat mendalam—mencerminkan […]
Read more

Arteria Dahlan vs Ferry Amsari: Duel Dua Kutub Hukum Nasional, Siapa Lebih Tajam?

Akumalu.com – Pertarungan gagasan antara Arteria Dahlan dan Ferry Amsari bukan sekadar adu argumen, melainkan representasi dua kutub besar dalam lanskap hukum Indonesia: kekuasaan politik dan otoritas akademik. Keduanya berasal dari Ranah Minang, namun menapaki jalur berbeda yang membentuk karakter dan daya gedor masing-masing. Arteria Dahlan mengasah pengaruhnya di gelanggang politik praktis. Sebagai anggota DPR […]
Read more

Akademisi Unand Dilaporkan ke Polisi Usai Kritik Swasembada Pangan, Polemik Kebebasan Berpendapat Menguat

JAKARTA, akumalu.com — Polemik kebebasan berpendapat kembali mencuat setelah akademisi Universitas Andalas, Feri Amsari, dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait pernyataannya yang mengkritik program swasembada pangan pemerintah, khususnya klaim surplus beras. Pernyataan tersebut disampaikan Feri dalam sebuah forum diskusi bertajuk “Sebelum Pengamat Ditertibkan” pada 31 Maret 2026 di Jakarta Timur. Dalam forum itu, ia menyoroti […]
Read more

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Kartini: Habislah Gelap Terbitlah Siang

Table of Content

Oleh: Hendri Gunawan, S.Pd.I | akumalu.com

Setiap 21 April, kita menyebut nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Namun, sering kali kita lupa: Kartini bukan sekadar nama yang dikenang, melainkan nyala yang seharusnya terus hidup dalam kesadaran bangsa.

Di balik sunyi pingitan, Kartini tidak menyerah pada gelap. Ia menulis—bukan sekadar rangkaian kata, tetapi perlawanan. Ia bermimpi—bukan untuk dirinya sendiri, tetapi untuk masa depan perempuan yang bahkan belum ia kenal. Dari ruang yang sempit, ia menatap dunia yang luas.

Dalam kesunyian itu, lahirlah cahaya.
Dalam keterbatasan itu, tumbuh keberanian.

Melalui Habis Gelap Terbitlah Terang, Kartini berbicara melampaui zamannya. Ia menggugat ketidakadilan, menantang kebisuan, dan meruntuhkan tembok yang selama ini dianggap tak tergoyahkan. Ia tidak mengangkat senjata, tetapi kata-katanya lebih tajam dari pedang.

Heroisme Kartini bukan tentang kemenangan yang gemuruh, tetapi tentang keberanian untuk tetap berpikir ketika dunia ingin membungkamnya. Tentang harapan yang terus menyala, meski dikelilingi keterbatasan.

Hari ini, perempuan Indonesia telah melangkah jauh. Namun, bayang-bayang ketidakadilan belum sepenuhnya sirna. Masih ada suara yang dipinggirkan, masih ada mimpi yang tertunda.

Kartini telah menyalakan cahaya itu.
Kini, siang telah datang—namun apakah terang itu sudah benar-benar merata?

Hari Kartini bukan sekadar memperingati.
Ia adalah panggilan—untuk menjaga terang tetap hidup.

REVAN FAUZI HANDHIKA

vanrevan390@gmail.com https://dakoga.tv/wp-admin/user-new.php

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent News

Trending News

Editor's Picks

Kartini: Habislah Gelap Terbitlah Siang

Oleh: Hendri Gunawan, S.Pd.I | akumalu.com Setiap 21 April, kita menyebut nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Namun, sering kali kita lupa: Kartini bukan sekadar nama yang dikenang, melainkan nyala yang seharusnya terus hidup dalam kesadaran bangsa. Di balik sunyi pingitan, Kartini tidak menyerah pada gelap. Ia menulis—bukan sekadar rangkaian kata, tetapi perlawanan. Ia bermimpi—bukan […]

Piaman Punya Adat Kebersamaan: “Maningga Abak”

Oleh Labai Korok / akumalu.com Salah satu kebanggaan urang Piaman adalah kuatnya rasa kebersamaan, terutama saat menghadapi musibah, bencana, dan kematian. Ketika seorang Abak meninggal, masyarakat hadir tanpa diminta—menyampaikan doa, duka, dan takziyah. Sebuah tradisi yang patut diapresiasi tinggi. Prinsip ini dikenal dalam falsafah adat Piaman: “Alek baik bahimbawan, alek buruak bahambawan.” Maknanya sangat mendalam—mencerminkan […]

Arteria Dahlan vs Ferry Amsari: Duel Dua Kutub Hukum Nasional, Siapa Lebih Tajam?

Akumalu.com – Pertarungan gagasan antara Arteria Dahlan dan Ferry Amsari bukan sekadar adu argumen, melainkan representasi dua kutub besar dalam lanskap hukum Indonesia: kekuasaan politik dan otoritas akademik. Keduanya berasal dari Ranah Minang, namun menapaki jalur berbeda yang membentuk karakter dan daya gedor masing-masing. Arteria Dahlan mengasah pengaruhnya di gelanggang politik praktis. Sebagai anggota DPR […]

Akademisi Unand Dilaporkan ke Polisi Usai Kritik Swasembada Pangan, Polemik Kebebasan Berpendapat Menguat

JAKARTA, akumalu.com — Polemik kebebasan berpendapat kembali mencuat setelah akademisi Universitas Andalas, Feri Amsari, dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait pernyataannya yang mengkritik program swasembada pangan pemerintah, khususnya klaim surplus beras. Pernyataan tersebut disampaikan Feri dalam sebuah forum diskusi bertajuk “Sebelum Pengamat Ditertibkan” pada 31 Maret 2026 di Jakarta Timur. Dalam forum itu, ia menyoroti […]

Suara Lagu Tiba-tiba Menggema Saat Pembukaan MTQ Koto Tangah, Wagub Padang Sempat Terhenti Berpidato PADANG — Suasana pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-42 tingkat Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, mendadak berubah ketika suara lagu terdengar dari pengeras suara di tengah pidato Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, Jumat (18/4/2026). Peristiwa tersebut terjadi saat Maigus tengah menyampaikan sambutan terkait pentingnya Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Ia bahkan sempat menghentikan ucapannya ketika suara perempuan menyanyikan lagu “Lelaki Cadangan” terdengar jelas di lokasi acara. Dalam pidatonya sebelum kejadian, Maigus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pelaksanaan MTQ agar ke depan kafilah dari Kota Padang mampu bersaing tanpa bergantung pada peserta dari luar daerah. “Yang ketiga bapak ibu semua, mohon dukungan kita semua. Kita tidak berharap lagi MTQ ke depan kafilahnya dari luar. Saya sudah sampaikan kepada Buya Suardi…,” ujar Maigus, sebelum akhirnya terhenti akibat gangguan suara tersebut. Camat Koto Tangah, Fizlan Setiawan, menjelaskan bahwa insiden itu murni kesalahan teknis (human error) dan bukan unsur kesengajaan. Menurutnya, seluruh perangkat audio sebenarnya telah disiapkan dengan pengamanan maksimal. Sambungan Bluetooth dan mikrofon lain telah dinonaktifkan, dan hanya mikrofon utama yang digunakan oleh Wakil Wali Kota yang aktif. “Bluetooth sudah mati, dan mic lain juga sudah dimatikan. Hanya mic yang digunakan pak Wakil Wali Kota yang aktif. Jaringan juga sudah kami nonaktifkan. Kemungkinan ada mic wireless di sekitar yang frekuensinya masuk ke sistem,” jelas Fizlan. Ia menambahkan, pihak panitia telah berkoordinasi dengan penyedia sound system serta protokoler untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali selama rangkaian MTQ berlangsung. Meski sempat mengganggu jalannya acara, kegiatan pembukaan MTQ tetap dilanjutkan dan berlangsung lancar hingga selesai.

Padang, akumalu.com — Suasana pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-42 tingkat Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, mendadak berubah ketika suara lagu terdengar dari pengeras suara di tengah pidato Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, Jumat (18/4/2026). Peristiwa tersebut terjadi saat Maigus tengah menyampaikan sambutan terkait pentingnya Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Ia bahkan sempat […]

Akumalu.com merupakan unit media di bawah naungan Dakoga Corp yang bergerak di bidang produksi konten, peliputan, dan media digital untuk mendukung kebutuhan informasi, dokumentasi, dan promosi secara profesional.

Email pimpinan : vanrevan390@gmail.com
Whatsapp : 085712378102

Popular Categories

Must Read

Suara Lagu Tiba-tiba Menggema Saat Pembukaan MTQ Koto Tangah, Wagub Padang Sempat Terhenti Berpidato PADANG — Suasana pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-42 tingkat Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, mendadak berubah ketika suara lagu terdengar dari pengeras suara di tengah pidato Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, Jumat (18/4/2026). Peristiwa tersebut terjadi saat Maigus tengah menyampaikan sambutan terkait pentingnya Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Ia bahkan sempat menghentikan ucapannya ketika suara perempuan menyanyikan lagu “Lelaki Cadangan” terdengar jelas di lokasi acara. Dalam pidatonya sebelum kejadian, Maigus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pelaksanaan MTQ agar ke depan kafilah dari Kota Padang mampu bersaing tanpa bergantung pada peserta dari luar daerah. “Yang ketiga bapak ibu semua, mohon dukungan kita semua. Kita tidak berharap lagi MTQ ke depan kafilahnya dari luar. Saya sudah sampaikan kepada Buya Suardi…,” ujar Maigus, sebelum akhirnya terhenti akibat gangguan suara tersebut. Camat Koto Tangah, Fizlan Setiawan, menjelaskan bahwa insiden itu murni kesalahan teknis (human error) dan bukan unsur kesengajaan. Menurutnya, seluruh perangkat audio sebenarnya telah disiapkan dengan pengamanan maksimal. Sambungan Bluetooth dan mikrofon lain telah dinonaktifkan, dan hanya mikrofon utama yang digunakan oleh Wakil Wali Kota yang aktif. “Bluetooth sudah mati, dan mic lain juga sudah dimatikan. Hanya mic yang digunakan pak Wakil Wali Kota yang aktif. Jaringan juga sudah kami nonaktifkan. Kemungkinan ada mic wireless di sekitar yang frekuensinya masuk ke sistem,” jelas Fizlan. Ia menambahkan, pihak panitia telah berkoordinasi dengan penyedia sound system serta protokoler untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali selama rangkaian MTQ berlangsung. Meski sempat mengganggu jalannya acara, kegiatan pembukaan MTQ tetap dilanjutkan dan berlangsung lancar hingga selesai.

©2026- All Right Reserved. Copyright by Akumalu.com