Akumalu.com | Padang Panjang — Komitmen terhadap kemanusiaan kembali mendapat panggung penghormatan. Penasehat Khusus Presiden RI, Prof. Muhadjir Effendy, dianugerahi piagam kehormatan oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sumatera Barat dalam sebuah acara yang berlangsung khidmat di kawasan Kauman, Jumat (2/5/2026).
Penghargaan bergengsi bertajuk “Tokoh Inspiratif dan Pahlawan Kemanusiaan” tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi Muhadjir dalam memperkuat kolaborasi relawan penanggulangan bencana serta mendorong ketangguhan masyarakat di berbagai daerah, termasuk Sumatera Barat.
Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Ketua MDMC Sumbar, Portito, didampingi Ketua PWM Sumbar Bakhtiar, Ketua Irman Gusman Center Marhadi Effendi, serta Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra. Momentum ini menjadi simbol kuat sinergi antara tokoh nasional, pemerintah daerah, dan organisasi kemanusiaan.
“Beliau bukan hanya inspiratif, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi penguatan gerakan kemanusiaan,” ujar Portito, menegaskan peran strategis Muhadjir dalam membangun solidaritas relawan.
Dalam sambutannya, Muhadjir Effendy menyoroti pentingnya penguatan fasilitas penunjang kebencanaan, khususnya mobil dapur umum sebagai kebutuhan vital dalam situasi darurat. Ia mendorong MDMC Sumbar segera mengajukan proposal bantuan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Mobil dapur umum sangat krusial untuk memastikan ketersediaan logistik bagi masyarakat terdampak. Ini harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Sementara itu, Bakhtiar menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci menghadapi ancaman bencana yang kerap melanda Sumatera Barat. Hal senada disampaikan Marhadi Effendi yang menyebut penghargaan ini sebagai momentum memperkuat jaringan kemanusiaan yang inklusif dan berkelanjutan.
Acara ini tidak hanya menjadi seremoni penghargaan, tetapi juga menegaskan urgensi membangun sistem penanggulangan bencana yang tangguh melalui kolaborasi nyata. Sumatera Barat kembali menunjukkan bahwa kekuatan kemanusiaan lahir dari sinergi dan kepedulian bersama. (*)
