AKUMALU.COM | PADANG — Nama Feri Amsari kembali menjadi sorotan publik nasional. Akademisi Fakultas Hukum Universitas Andalas (Unand) itu ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial setelah tampil dalam sejumlah diskusi dan film dokumenter yang membahas persoalan demokrasi, hukum, dan konstitusi di Indonesia.
Di balik ketegasan kritiknya terhadap praktik ketatanegaraan, ternyata Feri Amsari memiliki rekam jejak akademik yang mengesankan. Putra kelahiran Padang, Sumatera Barat, 2 Oktober 1980 ini merupakan lulusan salah satu sekolah hukum tertua dan bergengsi di Amerika Serikat.
Feri berasal dari keluarga perantau asal Nagari Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan. Masa kecilnya diwarnai perpindahan mengikuti tugas sang ayah hingga menamatkan pendidikan menengah di Muara Bungo, Jambi.
Selepas SMA pada 1999, ia memilih kembali ke Ranah Minang untuk menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Andalas. Di kampus tersebut, Feri dikenal aktif berorganisasi sekaligus berprestasi. Ia pernah meraih Juara II Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa tingkat Universitas Andalas dan dipercaya memimpin sejumlah organisasi kemahasiswaan.
Ketertarikannya pada bidang hukum tata negara membawanya menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum pada 2004, kemudian Magister Hukum di Universitas Andalas pada 2008 dengan predikat Cum Laude dan IPK 3,9.
Hasrat memperdalam ilmu membawanya melanjutkan studi ke William & Mary Law School, Virginia, Amerika Serikat. Pada 2014, ia berhasil meraih gelar Master of Laws (LL.M.) dari salah satu sekolah hukum tertua di Amerika yang dikenal melahirkan banyak pemikir hukum dan konstitusi dunia.
Sepulang dari Amerika Serikat, Feri mengabdikan diri sebagai dosen Fakultas Hukum Universitas Andalas. Kiprahnya semakin dikenal ketika dipercaya menjadi Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) FH Unand periode 2017–2023. Di bawah kepemimpinannya, PUSaKO berkembang menjadi salah satu lembaga kajian hukum tata negara yang aktif memberikan masukan terhadap berbagai isu konstitusi di Indonesia.
Selain aktif mengajar dan meneliti, Feri juga produktif menulis artikel serta opini di berbagai media nasional maupun lokal. Analisisnya yang tajam, argumentatif, dan berbasis kajian akademik membuat pandangannya kerap menjadi rujukan dalam membahas isu-isu hukum, demokrasi, dan pemberantasan korupsi.
Kemunculannya dalam berbagai forum publik belakangan ini kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu akademisi hukum tata negara yang berpengaruh di Indonesia. Bagi banyak kalangan, Feri Amsari tidak hanya dikenal sebagai dosen, tetapi juga intelektual publik yang konsisten mengawal konstitusi dan demokrasi melalui pendekatan ilmiah serta argumentasi hukum.
(Akumalu.com)
