DakogaTv, Lubuk Basung — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) bergerak cepat menangani putusnya akses jalan Lubuk Basung–Sei Limau akibat bencana alam. Sebagai langkah darurat, Pemprov Sumbar melakukan pemasangan Jembatan Bailey untuk memulihkan konektivitas transportasi masyarakat yang sempat terisolasi.
Ruas jalan Lubuk Basung–Sei Limau diketahui mengalami ambles cukup parah dengan panjang kerusakan mencapai kurang lebih 27 meter. Kondisi tersebut dipicu oleh faktor alam, termasuk curah hujan tinggi yang menyebabkan struktur tanah tidak stabil. Akibatnya, jalur utama yang menghubungkan sejumlah nagari dan pusat aktivitas ekonomi warga tidak dapat dilalui kendaraan.
Kepala Dinas BMCKTR Provinsi Sumatera Barat menjelaskan bahwa pemasangan Jembatan Bailey merupakan solusi cepat dan efektif untuk kondisi darurat seperti ini. Jembatan jenis Bailey dipilih karena dapat dirakit dalam waktu relatif singkat dan mampu menopang beban kendaraan, sehingga sangat cocok digunakan untuk penanganan bencana.
“Proses pembuatan rangka jembatan dilakukan di lingkungan BPJN Sumbar, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan di lokasi terdampak. Langkah ini bertujuan agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal sembari menunggu penanganan permanen,” ujarnya.
Proses pemasangan melibatkan alat berat dan tenaga teknis berpengalaman. Sejumlah komponen rangka baja disusun secara bertahap hingga membentuk konstruksi jembatan yang kokoh.
Meski dilakukan dalam kondisi medan yang cukup menantang, pekerjaan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan kualitas konstruksi.
Dengan terpasangnya Jembatan Bailey ini, arus lalu lintas dari dan menuju Lubuk Basung serta Sei Limau mulai kembali dibuka secara terbatas. Masyarakat setempat menyambut baik langkah cepat pemerintah, karena akses tersebut sangat vital bagi kegiatan ekonomi, pendidikan, layanan kesehatan, dan distribusi kebutuhan pokok.
Pemprov Sumbar menegaskan bahwa pemasangan jembatan darurat ini bukan solusi akhir. Pemerintah akan menyiapkan perencanaan lanjutan berupa pembangunan infrastruktur permanen agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Kajian teknis terkait stabilitas tanah dan sistem drainase juga akan menjadi perhatian utama.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat melintasi jembatan darurat dan mematuhi rambu serta arahan petugas di lapangan. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan pascabencana dan menjaga keselamatan bersama.
