AGAM | akumalu.com — Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap dunia pendidikan kembali hadir dari ranah Minang. Tokoh nasional asal Sumatera Barat, Irman Gusman, melalui kapasitasnya sebagai Dewan Pakar Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sumatera Barat, menyatakan kesiapan membantu renovasi MTs Muhammadiyah Kampuang Tangah, Kabupaten Agam.
Langkah kemanusiaan tersebut menjadi harapan baru bagi sekolah yang telah berdiri sejak tahun 1950 dan menjadi bagian penting sejarah pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Agam. Salah satu ruang kelas di sekolah tersebut saat ini mengalami kerusakan cukup serius dan membutuhkan perbaikan segera agar proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
Komitmen itu ditunjukkan melalui kunjungan lapangan tim Irman Gusman Center bersama perwakilan MDMC Sumbar ke lokasi sekolah pada Kamis (7/5/2026). Peninjauan dilakukan langsung untuk melihat kondisi bangunan sekaligus mempersiapkan langkah renovasi yang akan segera dilaksanakan.
Dalam kunjungan tersebut hadir Ketua Irman Gusman Center, Marhadi Effendi, bersama perwakilan keluarga dan tim, Ismail Gusman. Dari unsur MDMC Sumbar turut hadir Hafiz yang ikut meninjau kerusakan ruang belajar yang selama ini menjadi perhatian pihak sekolah.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Kepala MTs Muhammadiyah Kampuang Tangah bersama Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Agam, Mursidi. Suasana penuh kekeluargaan dan semangat kebersamaan tampak mewarnai kunjungan tersebut.
“Sekolah ini bukan hanya tempat belajar, tetapi juga bagian dari sejarah panjang pendidikan umat di Agam. Karena itu keberlangsungannya harus dijaga bersama,” ujar Mursidi.
Renovasi yang direncanakan akan difokuskan pada satu ruang kelas yang kondisinya paling memprihatinkan. Perbaikan dilakukan secara menyeluruh mulai dari struktur atap yang bocor, pemasangan lantai keramik baru, hingga pengecatan ulang dinding sekolah agar suasana belajar menjadi lebih nyaman dan membangkitkan semangat para siswa.
Ketua Irman Gusman Center, Marhadi Effendi, menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk pengabdian dan kepedulian terhadap masa depan generasi muda Sumatera Barat.
“Pendidikan adalah investasi masa depan. Kita tidak ingin anak-anak kita terganggu belajarnya hanya karena fasilitas yang tidak memadai. Apalagi MTs ini memiliki sejarah panjang sejak tahun 1950,” ungkapnya.
Kolaborasi antara Irman Gusman Center, MDMC Sumbar, dan unsur Muhammadiyah di Agam ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial dan pendidikan dapat berjalan beriringan. Di tengah berbagai tantangan dunia pendidikan, aksi nyata seperti ini dinilai menjadi energi positif untuk menjaga keberlangsungan sekolah-sekolah yang telah lama berkontribusi mencerdaskan generasi bangsa.
Dengan dimulainya proses renovasi nanti, diharapkan MTs Muhammadiyah Kampuang Tangah kembali menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, dan membanggakan bagi para siswa serta masyarakat sekitar. (*)
