/ Apr 21, 2026
Dakoga tv

LEBIH DARI SEKEDAR TV

What's Hot

Suara Lagu Tiba-tiba Menggema Saat Pembukaan MTQ Koto Tangah, Wagub Padang Sempat Terhenti Berpidato PADANG — Suasana pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-42 tingkat Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, mendadak berubah ketika suara lagu terdengar dari pengeras suara di tengah pidato Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, Jumat (18/4/2026). Peristiwa tersebut terjadi saat Maigus tengah menyampaikan sambutan terkait pentingnya Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Ia bahkan sempat menghentikan ucapannya ketika suara perempuan menyanyikan lagu “Lelaki Cadangan” terdengar jelas di lokasi acara. Dalam pidatonya sebelum kejadian, Maigus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pelaksanaan MTQ agar ke depan kafilah dari Kota Padang mampu bersaing tanpa bergantung pada peserta dari luar daerah. “Yang ketiga bapak ibu semua, mohon dukungan kita semua. Kita tidak berharap lagi MTQ ke depan kafilahnya dari luar. Saya sudah sampaikan kepada Buya Suardi…,” ujar Maigus, sebelum akhirnya terhenti akibat gangguan suara tersebut. Camat Koto Tangah, Fizlan Setiawan, menjelaskan bahwa insiden itu murni kesalahan teknis (human error) dan bukan unsur kesengajaan. Menurutnya, seluruh perangkat audio sebenarnya telah disiapkan dengan pengamanan maksimal. Sambungan Bluetooth dan mikrofon lain telah dinonaktifkan, dan hanya mikrofon utama yang digunakan oleh Wakil Wali Kota yang aktif. “Bluetooth sudah mati, dan mic lain juga sudah dimatikan. Hanya mic yang digunakan pak Wakil Wali Kota yang aktif. Jaringan juga sudah kami nonaktifkan. Kemungkinan ada mic wireless di sekitar yang frekuensinya masuk ke sistem,” jelas Fizlan. Ia menambahkan, pihak panitia telah berkoordinasi dengan penyedia sound system serta protokoler untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali selama rangkaian MTQ berlangsung. Meski sempat mengganggu jalannya acara, kegiatan pembukaan MTQ tetap dilanjutkan dan berlangsung lancar hingga selesai.

Suara Lagu Tiba-tiba Menggema Saat Pembukaan MTQ Koto Tangah, Wagub Padang Sempat Terhenti Berpidato PADANG — Suasana pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-42 tingkat Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, mendadak berubah ketika suara lagu terdengar dari pengeras suara di tengah pidato Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, Jumat (18/4/2026). Peristiwa tersebut terjadi saat Maigus tengah menyampaikan sambutan terkait pentingnya Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Ia bahkan sempat menghentikan ucapannya ketika suara perempuan menyanyikan lagu “Lelaki Cadangan” terdengar jelas di lokasi acara. Dalam pidatonya sebelum kejadian, Maigus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pelaksanaan MTQ agar ke depan kafilah dari Kota Padang mampu bersaing tanpa bergantung pada peserta dari luar daerah. “Yang ketiga bapak ibu semua, mohon dukungan kita semua. Kita tidak berharap lagi MTQ ke depan kafilahnya dari luar. Saya sudah sampaikan kepada Buya Suardi…,” ujar Maigus, sebelum akhirnya terhenti akibat gangguan suara tersebut. Camat Koto Tangah, Fizlan Setiawan, menjelaskan bahwa insiden itu murni kesalahan teknis (human error) dan bukan unsur kesengajaan. Menurutnya, seluruh perangkat audio sebenarnya telah disiapkan dengan pengamanan maksimal. Sambungan Bluetooth dan mikrofon lain telah dinonaktifkan, dan hanya mikrofon utama yang digunakan oleh Wakil Wali Kota yang aktif. “Bluetooth sudah mati, dan mic lain juga sudah dimatikan. Hanya mic yang digunakan pak Wakil Wali Kota yang aktif. Jaringan juga sudah kami nonaktifkan. Kemungkinan ada mic wireless di sekitar yang frekuensinya masuk ke sistem,” jelas Fizlan. Ia menambahkan, pihak panitia telah berkoordinasi dengan penyedia sound system serta protokoler untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali selama rangkaian MTQ berlangsung. Meski sempat mengganggu jalannya acara, kegiatan pembukaan MTQ tetap dilanjutkan dan berlangsung lancar hingga selesai.

Recent News

Suara Lagu Tiba-tiba Menggema Saat Pembukaan MTQ Koto Tangah, Wagub Padang Sempat Terhenti Berpidato PADANG — Suasana pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-42 tingkat Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, mendadak berubah ketika suara lagu terdengar dari pengeras suara di tengah pidato Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, Jumat (18/4/2026). Peristiwa tersebut terjadi saat Maigus tengah menyampaikan sambutan terkait pentingnya Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Ia bahkan sempat menghentikan ucapannya ketika suara perempuan menyanyikan lagu “Lelaki Cadangan” terdengar jelas di lokasi acara. Dalam pidatonya sebelum kejadian, Maigus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pelaksanaan MTQ agar ke depan kafilah dari Kota Padang mampu bersaing tanpa bergantung pada peserta dari luar daerah. “Yang ketiga bapak ibu semua, mohon dukungan kita semua. Kita tidak berharap lagi MTQ ke depan kafilahnya dari luar. Saya sudah sampaikan kepada Buya Suardi…,” ujar Maigus, sebelum akhirnya terhenti akibat gangguan suara tersebut. Camat Koto Tangah, Fizlan Setiawan, menjelaskan bahwa insiden itu murni kesalahan teknis (human error) dan bukan unsur kesengajaan. Menurutnya, seluruh perangkat audio sebenarnya telah disiapkan dengan pengamanan maksimal. Sambungan Bluetooth dan mikrofon lain telah dinonaktifkan, dan hanya mikrofon utama yang digunakan oleh Wakil Wali Kota yang aktif. “Bluetooth sudah mati, dan mic lain juga sudah dimatikan. Hanya mic yang digunakan pak Wakil Wali Kota yang aktif. Jaringan juga sudah kami nonaktifkan. Kemungkinan ada mic wireless di sekitar yang frekuensinya masuk ke sistem,” jelas Fizlan. Ia menambahkan, pihak panitia telah berkoordinasi dengan penyedia sound system serta protokoler untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali selama rangkaian MTQ berlangsung. Meski sempat mengganggu jalannya acara, kegiatan pembukaan MTQ tetap dilanjutkan dan berlangsung lancar hingga selesai.

Subscribe to our newsletter for real-time updates on new articles, tips, and exclusive insights.

[contact-form-7 id="a4b0165" title="Contact form 1_copy"]

Featured Stories

Just In

Suara Lagu Tiba-tiba Menggema Saat Pembukaan MTQ Koto Tangah, Wagub Padang Sempat Terhenti Berpidato PADANG — Suasana pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-42 tingkat Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, mendadak berubah ketika suara lagu terdengar dari pengeras suara di tengah pidato Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, Jumat (18/4/2026). Peristiwa tersebut terjadi saat Maigus tengah menyampaikan sambutan terkait pentingnya Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Ia bahkan sempat menghentikan ucapannya ketika suara perempuan menyanyikan lagu “Lelaki Cadangan” terdengar jelas di lokasi acara. Dalam pidatonya sebelum kejadian, Maigus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pelaksanaan MTQ agar ke depan kafilah dari Kota Padang mampu bersaing tanpa bergantung pada peserta dari luar daerah. “Yang ketiga bapak ibu semua, mohon dukungan kita semua. Kita tidak berharap lagi MTQ ke depan kafilahnya dari luar. Saya sudah sampaikan kepada Buya Suardi…,” ujar Maigus, sebelum akhirnya terhenti akibat gangguan suara tersebut. Camat Koto Tangah, Fizlan Setiawan, menjelaskan bahwa insiden itu murni kesalahan teknis (human error) dan bukan unsur kesengajaan. Menurutnya, seluruh perangkat audio sebenarnya telah disiapkan dengan pengamanan maksimal. Sambungan Bluetooth dan mikrofon lain telah dinonaktifkan, dan hanya mikrofon utama yang digunakan oleh Wakil Wali Kota yang aktif. “Bluetooth sudah mati, dan mic lain juga sudah dimatikan. Hanya mic yang digunakan pak Wakil Wali Kota yang aktif. Jaringan juga sudah kami nonaktifkan. Kemungkinan ada mic wireless di sekitar yang frekuensinya masuk ke sistem,” jelas Fizlan. Ia menambahkan, pihak panitia telah berkoordinasi dengan penyedia sound system serta protokoler untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali selama rangkaian MTQ berlangsung. Meski sempat mengganggu jalannya acara, kegiatan pembukaan MTQ tetap dilanjutkan dan berlangsung lancar hingga selesai.

Business

- Advertisement -

Technology

Piaman Punya Adat Kebersamaan: “Maningga Abak”

Oleh Labai Korok / akumalu.com Salah satu kebanggaan urang Piaman adalah kuatnya rasa kebersamaan, terutama saat menghadapi musibah, bencana, dan kematian. Ketika seorang Abak meninggal, masyarakat hadir tanpa diminta—menyampaikan doa, duka, dan takziyah. Sebuah tradisi yang patut diapresiasi tinggi. Prinsip ini dikenal dalam falsafah adat Piaman: “Alek baik bahimbawan, alek buruak bahambawan.” Maknanya sangat mendalam—mencerminkan […]

Arteria Dahlan vs Ferry Amsari: Duel Dua Kutub Hukum Nasional, Siapa Lebih Tajam?

Akumalu.com – Pertarungan gagasan antara Arteria Dahlan dan Ferry Amsari bukan sekadar adu argumen, melainkan representasi dua kutub besar dalam lanskap hukum Indonesia: kekuasaan politik dan otoritas akademik. Keduanya berasal dari Ranah Minang, namun menapaki jalur berbeda yang membentuk karakter dan daya gedor masing-masing. Arteria Dahlan mengasah pengaruhnya di gelanggang politik praktis. Sebagai anggota DPR […]

Akademisi Unand Dilaporkan ke Polisi Usai Kritik Swasembada Pangan, Polemik Kebebasan Berpendapat Menguat

JAKARTA, akumalu.com — Polemik kebebasan berpendapat kembali mencuat setelah akademisi Universitas Andalas, Feri Amsari, dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait pernyataannya yang mengkritik program swasembada pangan pemerintah, khususnya klaim surplus beras. Pernyataan tersebut disampaikan Feri dalam sebuah forum diskusi bertajuk “Sebelum Pengamat Ditertibkan” pada 31 Maret 2026 di Jakarta Timur. Dalam forum itu, ia menyoroti […]

Recent News

Suara Lagu Tiba-tiba Menggema Saat Pembukaan MTQ Koto Tangah, Wagub Padang Sempat Terhenti Berpidato PADANG — Suasana pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-42 tingkat Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, mendadak berubah ketika suara lagu terdengar dari pengeras suara di tengah pidato Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, Jumat (18/4/2026). Peristiwa tersebut terjadi saat Maigus tengah menyampaikan sambutan terkait pentingnya Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Ia bahkan sempat menghentikan ucapannya ketika suara perempuan menyanyikan lagu “Lelaki Cadangan” terdengar jelas di lokasi acara. Dalam pidatonya sebelum kejadian, Maigus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pelaksanaan MTQ agar ke depan kafilah dari Kota Padang mampu bersaing tanpa bergantung pada peserta dari luar daerah. “Yang ketiga bapak ibu semua, mohon dukungan kita semua. Kita tidak berharap lagi MTQ ke depan kafilahnya dari luar. Saya sudah sampaikan kepada Buya Suardi…,” ujar Maigus, sebelum akhirnya terhenti akibat gangguan suara tersebut. Camat Koto Tangah, Fizlan Setiawan, menjelaskan bahwa insiden itu murni kesalahan teknis (human error) dan bukan unsur kesengajaan. Menurutnya, seluruh perangkat audio sebenarnya telah disiapkan dengan pengamanan maksimal. Sambungan Bluetooth dan mikrofon lain telah dinonaktifkan, dan hanya mikrofon utama yang digunakan oleh Wakil Wali Kota yang aktif. “Bluetooth sudah mati, dan mic lain juga sudah dimatikan. Hanya mic yang digunakan pak Wakil Wali Kota yang aktif. Jaringan juga sudah kami nonaktifkan. Kemungkinan ada mic wireless di sekitar yang frekuensinya masuk ke sistem,” jelas Fizlan. Ia menambahkan, pihak panitia telah berkoordinasi dengan penyedia sound system serta protokoler untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali selama rangkaian MTQ berlangsung. Meski sempat mengganggu jalannya acara, kegiatan pembukaan MTQ tetap dilanjutkan dan berlangsung lancar hingga selesai.

Piaman Punya Adat Kebersamaan: “Maningga Abak”

Oleh Labai Korok / akumalu.com Salah satu kebanggaan urang Piaman adalah kuatnya rasa kebersamaan, terutama saat menghadapi musibah, bencana, dan kematian. Ketika seorang Abak meninggal, masyarakat hadir tanpa diminta—menyampaikan doa, duka, dan takziyah. Sebuah tradisi yang patut diapresiasi tinggi. Prinsip ini dikenal dalam falsafah adat Piaman: “Alek baik bahimbawan, alek buruak bahambawan.” Maknanya sangat mendalam—mencerminkan […]
Read more

Arteria Dahlan vs Ferry Amsari: Duel Dua Kutub Hukum Nasional, Siapa Lebih Tajam?

Akumalu.com – Pertarungan gagasan antara Arteria Dahlan dan Ferry Amsari bukan sekadar adu argumen, melainkan representasi dua kutub besar dalam lanskap hukum Indonesia: kekuasaan politik dan otoritas akademik. Keduanya berasal dari Ranah Minang, namun menapaki jalur berbeda yang membentuk karakter dan daya gedor masing-masing. Arteria Dahlan mengasah pengaruhnya di gelanggang politik praktis. Sebagai anggota DPR […]
Read more

Akademisi Unand Dilaporkan ke Polisi Usai Kritik Swasembada Pangan, Polemik Kebebasan Berpendapat Menguat

JAKARTA, akumalu.com — Polemik kebebasan berpendapat kembali mencuat setelah akademisi Universitas Andalas, Feri Amsari, dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait pernyataannya yang mengkritik program swasembada pangan pemerintah, khususnya klaim surplus beras. Pernyataan tersebut disampaikan Feri dalam sebuah forum diskusi bertajuk “Sebelum Pengamat Ditertibkan” pada 31 Maret 2026 di Jakarta Timur. Dalam forum itu, ia menyoroti […]
Read more

Suara Lagu Tiba-tiba Menggema Saat Pembukaan MTQ Koto Tangah, Wagub Padang Sempat Terhenti Berpidato PADANG — Suasana pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-42 tingkat Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, mendadak berubah ketika suara lagu terdengar dari pengeras suara di tengah pidato Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, Jumat (18/4/2026). Peristiwa tersebut terjadi saat Maigus tengah menyampaikan sambutan terkait pentingnya Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Ia bahkan sempat menghentikan ucapannya ketika suara perempuan menyanyikan lagu “Lelaki Cadangan” terdengar jelas di lokasi acara. Dalam pidatonya sebelum kejadian, Maigus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pelaksanaan MTQ agar ke depan kafilah dari Kota Padang mampu bersaing tanpa bergantung pada peserta dari luar daerah. “Yang ketiga bapak ibu semua, mohon dukungan kita semua. Kita tidak berharap lagi MTQ ke depan kafilahnya dari luar. Saya sudah sampaikan kepada Buya Suardi…,” ujar Maigus, sebelum akhirnya terhenti akibat gangguan suara tersebut. Camat Koto Tangah, Fizlan Setiawan, menjelaskan bahwa insiden itu murni kesalahan teknis (human error) dan bukan unsur kesengajaan. Menurutnya, seluruh perangkat audio sebenarnya telah disiapkan dengan pengamanan maksimal. Sambungan Bluetooth dan mikrofon lain telah dinonaktifkan, dan hanya mikrofon utama yang digunakan oleh Wakil Wali Kota yang aktif. “Bluetooth sudah mati, dan mic lain juga sudah dimatikan. Hanya mic yang digunakan pak Wakil Wali Kota yang aktif. Jaringan juga sudah kami nonaktifkan. Kemungkinan ada mic wireless di sekitar yang frekuensinya masuk ke sistem,” jelas Fizlan. Ia menambahkan, pihak panitia telah berkoordinasi dengan penyedia sound system serta protokoler untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali selama rangkaian MTQ berlangsung. Meski sempat mengganggu jalannya acara, kegiatan pembukaan MTQ tetap dilanjutkan dan berlangsung lancar hingga selesai.

Padang, akumalu.com — Suasana pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-42 tingkat Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, mendadak berubah ketika suara lagu terdengar dari pengeras suara di tengah pidato Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, Jumat (18/4/2026). Peristiwa tersebut terjadi saat Maigus tengah menyampaikan sambutan terkait pentingnya Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Ia bahkan sempat […]
Read more

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus: Analisis Kritis Mahasiswa dan Tuntutan Penegakan Hukum

Table of Content

Padang,Akumalu.com – Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS, pada 12 Maret 2026 menjadi salah satu peristiwa yang mengguncang publik Indonesia. Peristiwa ini tidak hanya merupakan tindak kekerasan fisik, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran serius mengenai keselamatan pembela hak asasi manusia dan kondisi demokrasi di Indonesia.Serangan tersebut menyebabkan luka bakar serius pada sekitar 24% tubuh korban, termasuk wajah, mata, tangan, dan dada.

Dari perspektif mahasiswa, kasus ini harus dipahami bukan hanya sebagai tindak kriminal biasa, tetapi sebagai potensi upaya pembungkaman terhadap kritik masyarakat sipil.

Kronologi Singkat Peristiwa

Serangan terjadi di Jakarta Pusat setelah Andrie Yunus selesai melakukan kegiatan advokasi dan merekam podcast yang membahas isu militerisme serta kebijakan terkait peran militer dalam pemerintahan.Dalam perjalanan pulang, korban didekati oleh dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor, kemudian salah satu dari mereka menyiramkan cairan kimia yang diduga air keras ke arah wajah dan tubuh korban sebelum melarikan diri.Penyelidikan polisi menggunakan 86 rekaman CCTV untuk melacak pelaku dan jalur pelarian mereka.

Data Pelaku dan Perkembangan Penyelidikan

Perkembangan terbaru mengungkap fakta yang cukup mengejutkan.

  1. Empat anggota TNI ditahan sebagai tersangka dalam kasus ini.
  2. Para tersangka berasal dari badan intelijen strategis TNI dan memiliki pangkat mulai dari kapten, letnan satu, hingga sersan dua.
  3. Polisi juga mengidentifikasi dua orang eksekutor lapangan berdasarkan rekaman CCTV.
  4. Penyelidikan masih berlangsung karena diduga jumlah pelaku lebih dari empat orang dan kemungkinan ada pihak yang memerintahkan serangan tersebut.

Kasus ini menimbulkan perhatian luas karena diduga melibatkan aparat negara dan terjadi setelah korban menyampaikan kritik terhadap meningkatnya peran militer dalam urusan sipil.

Analisis Kritis dari Perspektif Mahasiswa

1. Kekerasan terhadap Aktivis sebagai Ancaman Demokrasi

  • Dalam negara demokratis, aktivis HAM memiliki peran penting sebagai pengawas kekuasaan. Serangan terhadap aktivis seperti Andrie Yunus dapat dianggap sebagai bentuk intimidasi terhadap kebebasan berpendapat.
  • Lebih dari 170 organisasi masyarakat sipil mengecam serangan ini dan menyebutnya sebagai tindakan yang mengancam demokrasi.
  • Komisioner Tinggi HAM PBB Volker Türk juga menyatakan bahwa pelaku harus dimintai pertanggungjawaban atas tindakan yang ia sebut sebagai “tindakan kekerasan yang mengerikan.”
  • Bagi mahasiswa, peristiwa ini menjadi indikator bahwa perlindungan terhadap pembela HAM di Indonesia masih belum memadai.

2. Dugaan Perencanaan dan Motif Serangan

Tim advokasi korban menyatakan bahwa serangan ini diduga merupakan percobaan pembunuhan berencana karena dilakukan secara terorganisir.

Beberapa indikasi yang mengarah pada perencanaan antara lain:

  • Pelaku mengikuti korban sebelum serangan
  • Penggunaan cairan kimia berbahaya
  • Keterlibatan lebih dari satu orang
  • Dugaan adanya pihak yang memerintahkan

Jika terbukti bahwa serangan ini dilakukan secara terencana, maka tingkat keseriusan kejahatan tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan penganiayaan biasa.

Bagaimana Seharusnya Pelaku Dihukum?

1. Pasal Percobaan Pembunuhan Berencana

Jika terbukti ada niat untuk membunuh korban, pelaku dapat dijerat dengan:

Pasal 340 KUHP dan Pasal 53 KUHP
tentang percobaan pembunuhan berencana.

Ancaman hukuman:

  • penjara hingga 20 tahun
  • bahkan penjara seumur hidup jika korban meninggal.

2. Pasal Penganiayaan Berat

Pelaku juga dapat dijerat dengan:

Pasal 355 KUHP
tentang penganiayaan berat dengan rencana.Ancaman hukuman 12 tahun penjara.

3. Jika Terbukti Melibatkan Aparat Negara

Pelaku berasal dari institusi militer, maka proses hukumnya harus:

  • dilakukan secara transparan
  • melibatkan pengawasan publik
  • memastikan tidak ada impunitas bagi aparat

Pengadilan militer memang dapat menjatuhkan hukuman, tetapi banyak pakar hukum menyarankan agar kasus seperti ini diproses secara peradilan umum melalui mekanisme koneksitas agar lebih akuntabel.

Pandangan Mahasiswa: Hukuman yang Adil

Dari sudut pandang mahasiswa dan masyarakat sipil, ada beberapa prinsip penting dalam menghukum pelaku:

  1. Hukuman maksimal harus dijatuhkan jika terbukti ada unsur perencanaan.
  2. Dalang atau pihak yang memerintahkan harus diungkap, bukan hanya pelaku lapangan.
  3. Negara harus memastikan tidak ada impunitas bagi aparat.
  4. Korban harus mendapatkan perlindungan dan kompensasi penuh dari negara.

Jika pelaku hanya dihukum ringan atau kasus berhenti pada pelaku lapangan saja, maka hal tersebut akan menciptakan preseden buruk bagi penegakan HAM di Indonesia.Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus merupakan peristiwa serius yang mencerminkan ancaman terhadap kebebasan sipil dan demokrasi. Data penyelidikan menunjukkan adanya keterlibatan beberapa pelaku, termasuk oknum militer, dan dugaan bahwa serangan tersebut dilakukan secara terencana.Oleh karena itu, negara harus memastikan proses hukum berjalan secara transparan, independen, dan adil. Hukuman maksimal bagi pelaku serta pengungkapan aktor intelektual di balik serangan ini menjadi langkah penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap sistem hukum dan melindungi para pembela hak asasi manusia di Indonesia.

REVAN FAUZI HANDHIKA

vanrevan390@gmail.com https://dakoga.tv/wp-admin/user-new.php

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent News

Trending News

Suara Lagu Tiba-tiba Menggema Saat Pembukaan MTQ Koto Tangah, Wagub Padang Sempat Terhenti Berpidato PADANG — Suasana pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-42 tingkat Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, mendadak berubah ketika suara lagu terdengar dari pengeras suara di tengah pidato Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, Jumat (18/4/2026). Peristiwa tersebut terjadi saat Maigus tengah menyampaikan sambutan terkait pentingnya Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Ia bahkan sempat menghentikan ucapannya ketika suara perempuan menyanyikan lagu “Lelaki Cadangan” terdengar jelas di lokasi acara. Dalam pidatonya sebelum kejadian, Maigus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pelaksanaan MTQ agar ke depan kafilah dari Kota Padang mampu bersaing tanpa bergantung pada peserta dari luar daerah. “Yang ketiga bapak ibu semua, mohon dukungan kita semua. Kita tidak berharap lagi MTQ ke depan kafilahnya dari luar. Saya sudah sampaikan kepada Buya Suardi…,” ujar Maigus, sebelum akhirnya terhenti akibat gangguan suara tersebut. Camat Koto Tangah, Fizlan Setiawan, menjelaskan bahwa insiden itu murni kesalahan teknis (human error) dan bukan unsur kesengajaan. Menurutnya, seluruh perangkat audio sebenarnya telah disiapkan dengan pengamanan maksimal. Sambungan Bluetooth dan mikrofon lain telah dinonaktifkan, dan hanya mikrofon utama yang digunakan oleh Wakil Wali Kota yang aktif. “Bluetooth sudah mati, dan mic lain juga sudah dimatikan. Hanya mic yang digunakan pak Wakil Wali Kota yang aktif. Jaringan juga sudah kami nonaktifkan. Kemungkinan ada mic wireless di sekitar yang frekuensinya masuk ke sistem,” jelas Fizlan. Ia menambahkan, pihak panitia telah berkoordinasi dengan penyedia sound system serta protokoler untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali selama rangkaian MTQ berlangsung. Meski sempat mengganggu jalannya acara, kegiatan pembukaan MTQ tetap dilanjutkan dan berlangsung lancar hingga selesai.

Editor's Picks

Piaman Punya Adat Kebersamaan: “Maningga Abak”

Oleh Labai Korok / akumalu.com Salah satu kebanggaan urang Piaman adalah kuatnya rasa kebersamaan, terutama saat menghadapi musibah, bencana, dan kematian. Ketika seorang Abak meninggal, masyarakat hadir tanpa diminta—menyampaikan doa, duka, dan takziyah. Sebuah tradisi yang patut diapresiasi tinggi. Prinsip ini dikenal dalam falsafah adat Piaman: “Alek baik bahimbawan, alek buruak bahambawan.” Maknanya sangat mendalam—mencerminkan […]

Arteria Dahlan vs Ferry Amsari: Duel Dua Kutub Hukum Nasional, Siapa Lebih Tajam?

Akumalu.com – Pertarungan gagasan antara Arteria Dahlan dan Ferry Amsari bukan sekadar adu argumen, melainkan representasi dua kutub besar dalam lanskap hukum Indonesia: kekuasaan politik dan otoritas akademik. Keduanya berasal dari Ranah Minang, namun menapaki jalur berbeda yang membentuk karakter dan daya gedor masing-masing. Arteria Dahlan mengasah pengaruhnya di gelanggang politik praktis. Sebagai anggota DPR […]

Akademisi Unand Dilaporkan ke Polisi Usai Kritik Swasembada Pangan, Polemik Kebebasan Berpendapat Menguat

JAKARTA, akumalu.com — Polemik kebebasan berpendapat kembali mencuat setelah akademisi Universitas Andalas, Feri Amsari, dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait pernyataannya yang mengkritik program swasembada pangan pemerintah, khususnya klaim surplus beras. Pernyataan tersebut disampaikan Feri dalam sebuah forum diskusi bertajuk “Sebelum Pengamat Ditertibkan” pada 31 Maret 2026 di Jakarta Timur. Dalam forum itu, ia menyoroti […]

Suara Lagu Tiba-tiba Menggema Saat Pembukaan MTQ Koto Tangah, Wagub Padang Sempat Terhenti Berpidato PADANG — Suasana pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-42 tingkat Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, mendadak berubah ketika suara lagu terdengar dari pengeras suara di tengah pidato Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, Jumat (18/4/2026). Peristiwa tersebut terjadi saat Maigus tengah menyampaikan sambutan terkait pentingnya Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Ia bahkan sempat menghentikan ucapannya ketika suara perempuan menyanyikan lagu “Lelaki Cadangan” terdengar jelas di lokasi acara. Dalam pidatonya sebelum kejadian, Maigus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pelaksanaan MTQ agar ke depan kafilah dari Kota Padang mampu bersaing tanpa bergantung pada peserta dari luar daerah. “Yang ketiga bapak ibu semua, mohon dukungan kita semua. Kita tidak berharap lagi MTQ ke depan kafilahnya dari luar. Saya sudah sampaikan kepada Buya Suardi…,” ujar Maigus, sebelum akhirnya terhenti akibat gangguan suara tersebut. Camat Koto Tangah, Fizlan Setiawan, menjelaskan bahwa insiden itu murni kesalahan teknis (human error) dan bukan unsur kesengajaan. Menurutnya, seluruh perangkat audio sebenarnya telah disiapkan dengan pengamanan maksimal. Sambungan Bluetooth dan mikrofon lain telah dinonaktifkan, dan hanya mikrofon utama yang digunakan oleh Wakil Wali Kota yang aktif. “Bluetooth sudah mati, dan mic lain juga sudah dimatikan. Hanya mic yang digunakan pak Wakil Wali Kota yang aktif. Jaringan juga sudah kami nonaktifkan. Kemungkinan ada mic wireless di sekitar yang frekuensinya masuk ke sistem,” jelas Fizlan. Ia menambahkan, pihak panitia telah berkoordinasi dengan penyedia sound system serta protokoler untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali selama rangkaian MTQ berlangsung. Meski sempat mengganggu jalannya acara, kegiatan pembukaan MTQ tetap dilanjutkan dan berlangsung lancar hingga selesai.

Padang, akumalu.com — Suasana pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-42 tingkat Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, mendadak berubah ketika suara lagu terdengar dari pengeras suara di tengah pidato Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, Jumat (18/4/2026). Peristiwa tersebut terjadi saat Maigus tengah menyampaikan sambutan terkait pentingnya Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Ia bahkan sempat […]

Pemprov DKI Jakarta Gelar Operasi Serentak Basmi Ikan Sapu-Sapu, 6,98 Ton Dimusnahkan

JAKARTA, akumalu.com — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meluncurkan operasi serentak berbasis “perang basmi ikan sapu-sapu” di lima wilayah kota administrasi pada Jumat (17/04/2026). Kegiatan ini digelar di berbagai titik sungai, kali, dan saluran air dengan melibatkan ratusan personel gabungan. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan bahwa langkah tersebut diambil karena populasi ikan sapu-sapu kini telah […]

Akumalu.com merupakan unit media di bawah naungan Dakoga Corp yang bergerak di bidang produksi konten, peliputan, dan media digital untuk mendukung kebutuhan informasi, dokumentasi, dan promosi secara profesional.

Email pimpinan : vanrevan390@gmail.com
Whatsapp : 085712378102

Popular Categories

Must Read

Suara Lagu Tiba-tiba Menggema Saat Pembukaan MTQ Koto Tangah, Wagub Padang Sempat Terhenti Berpidato PADANG — Suasana pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-42 tingkat Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, mendadak berubah ketika suara lagu terdengar dari pengeras suara di tengah pidato Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, Jumat (18/4/2026). Peristiwa tersebut terjadi saat Maigus tengah menyampaikan sambutan terkait pentingnya Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Ia bahkan sempat menghentikan ucapannya ketika suara perempuan menyanyikan lagu “Lelaki Cadangan” terdengar jelas di lokasi acara. Dalam pidatonya sebelum kejadian, Maigus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pelaksanaan MTQ agar ke depan kafilah dari Kota Padang mampu bersaing tanpa bergantung pada peserta dari luar daerah. “Yang ketiga bapak ibu semua, mohon dukungan kita semua. Kita tidak berharap lagi MTQ ke depan kafilahnya dari luar. Saya sudah sampaikan kepada Buya Suardi…,” ujar Maigus, sebelum akhirnya terhenti akibat gangguan suara tersebut. Camat Koto Tangah, Fizlan Setiawan, menjelaskan bahwa insiden itu murni kesalahan teknis (human error) dan bukan unsur kesengajaan. Menurutnya, seluruh perangkat audio sebenarnya telah disiapkan dengan pengamanan maksimal. Sambungan Bluetooth dan mikrofon lain telah dinonaktifkan, dan hanya mikrofon utama yang digunakan oleh Wakil Wali Kota yang aktif. “Bluetooth sudah mati, dan mic lain juga sudah dimatikan. Hanya mic yang digunakan pak Wakil Wali Kota yang aktif. Jaringan juga sudah kami nonaktifkan. Kemungkinan ada mic wireless di sekitar yang frekuensinya masuk ke sistem,” jelas Fizlan. Ia menambahkan, pihak panitia telah berkoordinasi dengan penyedia sound system serta protokoler untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali selama rangkaian MTQ berlangsung. Meski sempat mengganggu jalannya acara, kegiatan pembukaan MTQ tetap dilanjutkan dan berlangsung lancar hingga selesai.

©2026- All Right Reserved. Copyright by Akumalu.com