/ Apr 22, 2026
Dakoga tv

LEBIH DARI SEKEDAR TV

What's Hot

Suara Lagu Tiba-tiba Menggema Saat Pembukaan MTQ Koto Tangah, Wagub Padang Sempat Terhenti Berpidato PADANG — Suasana pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-42 tingkat Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, mendadak berubah ketika suara lagu terdengar dari pengeras suara di tengah pidato Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, Jumat (18/4/2026). Peristiwa tersebut terjadi saat Maigus tengah menyampaikan sambutan terkait pentingnya Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Ia bahkan sempat menghentikan ucapannya ketika suara perempuan menyanyikan lagu “Lelaki Cadangan” terdengar jelas di lokasi acara. Dalam pidatonya sebelum kejadian, Maigus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pelaksanaan MTQ agar ke depan kafilah dari Kota Padang mampu bersaing tanpa bergantung pada peserta dari luar daerah. “Yang ketiga bapak ibu semua, mohon dukungan kita semua. Kita tidak berharap lagi MTQ ke depan kafilahnya dari luar. Saya sudah sampaikan kepada Buya Suardi…,” ujar Maigus, sebelum akhirnya terhenti akibat gangguan suara tersebut. Camat Koto Tangah, Fizlan Setiawan, menjelaskan bahwa insiden itu murni kesalahan teknis (human error) dan bukan unsur kesengajaan. Menurutnya, seluruh perangkat audio sebenarnya telah disiapkan dengan pengamanan maksimal. Sambungan Bluetooth dan mikrofon lain telah dinonaktifkan, dan hanya mikrofon utama yang digunakan oleh Wakil Wali Kota yang aktif. “Bluetooth sudah mati, dan mic lain juga sudah dimatikan. Hanya mic yang digunakan pak Wakil Wali Kota yang aktif. Jaringan juga sudah kami nonaktifkan. Kemungkinan ada mic wireless di sekitar yang frekuensinya masuk ke sistem,” jelas Fizlan. Ia menambahkan, pihak panitia telah berkoordinasi dengan penyedia sound system serta protokoler untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali selama rangkaian MTQ berlangsung. Meski sempat mengganggu jalannya acara, kegiatan pembukaan MTQ tetap dilanjutkan dan berlangsung lancar hingga selesai.

Recent News

Suara Lagu Tiba-tiba Menggema Saat Pembukaan MTQ Koto Tangah, Wagub Padang Sempat Terhenti Berpidato PADANG — Suasana pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-42 tingkat Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, mendadak berubah ketika suara lagu terdengar dari pengeras suara di tengah pidato Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, Jumat (18/4/2026). Peristiwa tersebut terjadi saat Maigus tengah menyampaikan sambutan terkait pentingnya Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Ia bahkan sempat menghentikan ucapannya ketika suara perempuan menyanyikan lagu “Lelaki Cadangan” terdengar jelas di lokasi acara. Dalam pidatonya sebelum kejadian, Maigus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pelaksanaan MTQ agar ke depan kafilah dari Kota Padang mampu bersaing tanpa bergantung pada peserta dari luar daerah. “Yang ketiga bapak ibu semua, mohon dukungan kita semua. Kita tidak berharap lagi MTQ ke depan kafilahnya dari luar. Saya sudah sampaikan kepada Buya Suardi…,” ujar Maigus, sebelum akhirnya terhenti akibat gangguan suara tersebut. Camat Koto Tangah, Fizlan Setiawan, menjelaskan bahwa insiden itu murni kesalahan teknis (human error) dan bukan unsur kesengajaan. Menurutnya, seluruh perangkat audio sebenarnya telah disiapkan dengan pengamanan maksimal. Sambungan Bluetooth dan mikrofon lain telah dinonaktifkan, dan hanya mikrofon utama yang digunakan oleh Wakil Wali Kota yang aktif. “Bluetooth sudah mati, dan mic lain juga sudah dimatikan. Hanya mic yang digunakan pak Wakil Wali Kota yang aktif. Jaringan juga sudah kami nonaktifkan. Kemungkinan ada mic wireless di sekitar yang frekuensinya masuk ke sistem,” jelas Fizlan. Ia menambahkan, pihak panitia telah berkoordinasi dengan penyedia sound system serta protokoler untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali selama rangkaian MTQ berlangsung. Meski sempat mengganggu jalannya acara, kegiatan pembukaan MTQ tetap dilanjutkan dan berlangsung lancar hingga selesai.

Subscribe to our newsletter for real-time updates on new articles, tips, and exclusive insights.

[contact-form-7 id="a4b0165" title="Contact form 1_copy"]

Featured Stories

Just In

Business

- Advertisement -

Technology

Kartini: Habislah Gelap Terbitlah Siang

Oleh: Hendri Gunawan, S.Pd.I | akumalu.com Setiap 21 April, kita menyebut nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Namun, sering kali kita lupa: Kartini bukan sekadar nama yang dikenang, melainkan nyala yang seharusnya terus hidup dalam kesadaran bangsa. Di balik sunyi pingitan, Kartini tidak menyerah pada gelap. Ia menulis—bukan sekadar rangkaian kata, tetapi perlawanan. Ia bermimpi—bukan […]

Piaman Punya Adat Kebersamaan: “Maningga Abak”

Oleh Labai Korok / akumalu.com Salah satu kebanggaan urang Piaman adalah kuatnya rasa kebersamaan, terutama saat menghadapi musibah, bencana, dan kematian. Ketika seorang Abak meninggal, masyarakat hadir tanpa diminta—menyampaikan doa, duka, dan takziyah. Sebuah tradisi yang patut diapresiasi tinggi. Prinsip ini dikenal dalam falsafah adat Piaman: “Alek baik bahimbawan, alek buruak bahambawan.” Maknanya sangat mendalam—mencerminkan […]

Arteria Dahlan vs Ferry Amsari: Duel Dua Kutub Hukum Nasional, Siapa Lebih Tajam?

Akumalu.com – Pertarungan gagasan antara Arteria Dahlan dan Ferry Amsari bukan sekadar adu argumen, melainkan representasi dua kutub besar dalam lanskap hukum Indonesia: kekuasaan politik dan otoritas akademik. Keduanya berasal dari Ranah Minang, namun menapaki jalur berbeda yang membentuk karakter dan daya gedor masing-masing. Arteria Dahlan mengasah pengaruhnya di gelanggang politik praktis. Sebagai anggota DPR […]

Recent News

Kartini: Habislah Gelap Terbitlah Siang

Oleh: Hendri Gunawan, S.Pd.I | akumalu.com Setiap 21 April, kita menyebut nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Namun, sering kali kita lupa: Kartini bukan sekadar nama yang dikenang, melainkan nyala yang seharusnya terus hidup dalam kesadaran bangsa. Di balik sunyi pingitan, Kartini tidak menyerah pada gelap. Ia menulis—bukan sekadar rangkaian kata, tetapi perlawanan. Ia bermimpi—bukan […]
Read more

Piaman Punya Adat Kebersamaan: “Maningga Abak”

Oleh Labai Korok / akumalu.com Salah satu kebanggaan urang Piaman adalah kuatnya rasa kebersamaan, terutama saat menghadapi musibah, bencana, dan kematian. Ketika seorang Abak meninggal, masyarakat hadir tanpa diminta—menyampaikan doa, duka, dan takziyah. Sebuah tradisi yang patut diapresiasi tinggi. Prinsip ini dikenal dalam falsafah adat Piaman: “Alek baik bahimbawan, alek buruak bahambawan.” Maknanya sangat mendalam—mencerminkan […]
Read more

Arteria Dahlan vs Ferry Amsari: Duel Dua Kutub Hukum Nasional, Siapa Lebih Tajam?

Akumalu.com – Pertarungan gagasan antara Arteria Dahlan dan Ferry Amsari bukan sekadar adu argumen, melainkan representasi dua kutub besar dalam lanskap hukum Indonesia: kekuasaan politik dan otoritas akademik. Keduanya berasal dari Ranah Minang, namun menapaki jalur berbeda yang membentuk karakter dan daya gedor masing-masing. Arteria Dahlan mengasah pengaruhnya di gelanggang politik praktis. Sebagai anggota DPR […]
Read more

Akademisi Unand Dilaporkan ke Polisi Usai Kritik Swasembada Pangan, Polemik Kebebasan Berpendapat Menguat

JAKARTA, akumalu.com — Polemik kebebasan berpendapat kembali mencuat setelah akademisi Universitas Andalas, Feri Amsari, dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait pernyataannya yang mengkritik program swasembada pangan pemerintah, khususnya klaim surplus beras. Pernyataan tersebut disampaikan Feri dalam sebuah forum diskusi bertajuk “Sebelum Pengamat Ditertibkan” pada 31 Maret 2026 di Jakarta Timur. Dalam forum itu, ia menyoroti […]
Read more

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Arteria Dahlan vs Ferry Amsari: Duel Dua Kutub Hukum Nasional, Siapa Lebih Tajam?

Table of Content

Akumalu.com – Pertarungan gagasan antara Arteria Dahlan dan Ferry Amsari bukan sekadar adu argumen, melainkan representasi dua kutub besar dalam lanskap hukum Indonesia: kekuasaan politik dan otoritas akademik. Keduanya berasal dari Ranah Minang, namun menapaki jalur berbeda yang membentuk karakter dan daya gedor masing-masing.

Arteria Dahlan mengasah pengaruhnya di gelanggang politik praktis. Sebagai anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, ia menjadi wajah yang tak asing dalam pembahasan isu hukum di Komisi III. Gaya komunikasinya lugas, keras, dan kerap konfrontatif—sebuah pendekatan yang efektif dalam dinamika politik yang sarat kepentingan. Ia bukan sekadar pengamat, tetapi aktor utama dalam proses legislasi: dari revisi KUHP hingga pengawasan institusi penegak hukum. Di titik ini, Arteria bermain di wilayah kekuasaan—tempat keputusan diambil dan arah hukum ditentukan.

Sebaliknya, Ferry Amsari berdiri di poros akademik dan gerakan konstitusional. Sebagai dosen Fakultas Hukum Universitas Andalas dan penggerak di Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO), ia membangun pengaruh melalui riset, kajian, dan pertarungan di Mahkamah Konstitusi. Ferry tidak sekadar berbicara—ia menguji norma, menggugat undang-undang, dan ikut membentuk arah hukum dari luar lingkar kekuasaan. Pendekatannya sistematis, berbasis data, dan tajam secara metodologis. Ia bermain di wilayah legitimasi—tempat kebenaran diuji, bukan dinegosiasikan.

Perbedaan jalur ini melahirkan dua gaya “bertarung” yang kontras. Arteria adalah petarung frontal—retoriknya menghantam langsung, cepat, dan memancing resonansi publik luas. Ia unggul dalam momentum, tekanan, dan panggung politik. Sementara Ferry adalah teknokrat argumen—tenang, presisi, dan konsisten membangun logika. Ia unggul dalam kedalaman analisis dan ketahanan intelektual.

Dalam konteks pengaruh, Arteria memegang kendali pada produk hukum—ia terlibat langsung dalam membentuk regulasi. Ferry, di sisi lain, memengaruhi tafsir dan koreksi hukum—melalui judicial review dan wacana publik yang kritis. Satu membentuk, satu menguji. Satu bekerja dari dalam sistem, satu mengawal dari luar.

Soal popularitas, Arteria jelas lebih dikenal publik luas berkat eksposur politik dan media. Namun dalam hal kredibilitas akademik dan kepercayaan di kalangan terdidik serta masyarakat sipil, Ferry memiliki posisi yang lebih kokoh. Ini bukan soal siapa lebih kuat secara mutlak, melainkan siapa lebih dominan dalam arena tertentu.

Jika dipaksa menjawab “siapa unggul?”, maka jawabannya bergantung pada medan pertarungan. Dalam debat politik yang dinamis dan penuh tekanan, Arteria berpotensi mendominasi. Namun dalam diskursus hukum yang menuntut presisi, konsistensi logika, dan basis ilmiah, Ferry adalah lawan yang sangat sulit ditumbangkan.

Pada akhirnya, duel ini bukan untuk menentukan pemenang tunggal. Justru di antara ketegangan dua pendekatan inilah kualitas demokrasi diuji. Indonesia tidak kekurangan figur hukum—yang dibutuhkan adalah keseimbangan antara kekuatan praktik dan kejernihan analisis. Dan dalam konteks itu, Arteria Dahlan dan Ferry Amsari bukan saling meniadakan, melainkan saling melengkapi dalam menjaga arah hukum tetap berada di rel konstitusi. (*).

REVAN FAUZI HANDHIKA

vanrevan390@gmail.com https://dakoga.tv/wp-admin/user-new.php

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent News

Trending News

Editor's Picks

Kartini: Habislah Gelap Terbitlah Siang

Oleh: Hendri Gunawan, S.Pd.I | akumalu.com Setiap 21 April, kita menyebut nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Namun, sering kali kita lupa: Kartini bukan sekadar nama yang dikenang, melainkan nyala yang seharusnya terus hidup dalam kesadaran bangsa. Di balik sunyi pingitan, Kartini tidak menyerah pada gelap. Ia menulis—bukan sekadar rangkaian kata, tetapi perlawanan. Ia bermimpi—bukan […]

Piaman Punya Adat Kebersamaan: “Maningga Abak”

Oleh Labai Korok / akumalu.com Salah satu kebanggaan urang Piaman adalah kuatnya rasa kebersamaan, terutama saat menghadapi musibah, bencana, dan kematian. Ketika seorang Abak meninggal, masyarakat hadir tanpa diminta—menyampaikan doa, duka, dan takziyah. Sebuah tradisi yang patut diapresiasi tinggi. Prinsip ini dikenal dalam falsafah adat Piaman: “Alek baik bahimbawan, alek buruak bahambawan.” Maknanya sangat mendalam—mencerminkan […]

Arteria Dahlan vs Ferry Amsari: Duel Dua Kutub Hukum Nasional, Siapa Lebih Tajam?

Akumalu.com – Pertarungan gagasan antara Arteria Dahlan dan Ferry Amsari bukan sekadar adu argumen, melainkan representasi dua kutub besar dalam lanskap hukum Indonesia: kekuasaan politik dan otoritas akademik. Keduanya berasal dari Ranah Minang, namun menapaki jalur berbeda yang membentuk karakter dan daya gedor masing-masing. Arteria Dahlan mengasah pengaruhnya di gelanggang politik praktis. Sebagai anggota DPR […]

Akademisi Unand Dilaporkan ke Polisi Usai Kritik Swasembada Pangan, Polemik Kebebasan Berpendapat Menguat

JAKARTA, akumalu.com — Polemik kebebasan berpendapat kembali mencuat setelah akademisi Universitas Andalas, Feri Amsari, dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait pernyataannya yang mengkritik program swasembada pangan pemerintah, khususnya klaim surplus beras. Pernyataan tersebut disampaikan Feri dalam sebuah forum diskusi bertajuk “Sebelum Pengamat Ditertibkan” pada 31 Maret 2026 di Jakarta Timur. Dalam forum itu, ia menyoroti […]

Suara Lagu Tiba-tiba Menggema Saat Pembukaan MTQ Koto Tangah, Wagub Padang Sempat Terhenti Berpidato PADANG — Suasana pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-42 tingkat Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, mendadak berubah ketika suara lagu terdengar dari pengeras suara di tengah pidato Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, Jumat (18/4/2026). Peristiwa tersebut terjadi saat Maigus tengah menyampaikan sambutan terkait pentingnya Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Ia bahkan sempat menghentikan ucapannya ketika suara perempuan menyanyikan lagu “Lelaki Cadangan” terdengar jelas di lokasi acara. Dalam pidatonya sebelum kejadian, Maigus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pelaksanaan MTQ agar ke depan kafilah dari Kota Padang mampu bersaing tanpa bergantung pada peserta dari luar daerah. “Yang ketiga bapak ibu semua, mohon dukungan kita semua. Kita tidak berharap lagi MTQ ke depan kafilahnya dari luar. Saya sudah sampaikan kepada Buya Suardi…,” ujar Maigus, sebelum akhirnya terhenti akibat gangguan suara tersebut. Camat Koto Tangah, Fizlan Setiawan, menjelaskan bahwa insiden itu murni kesalahan teknis (human error) dan bukan unsur kesengajaan. Menurutnya, seluruh perangkat audio sebenarnya telah disiapkan dengan pengamanan maksimal. Sambungan Bluetooth dan mikrofon lain telah dinonaktifkan, dan hanya mikrofon utama yang digunakan oleh Wakil Wali Kota yang aktif. “Bluetooth sudah mati, dan mic lain juga sudah dimatikan. Hanya mic yang digunakan pak Wakil Wali Kota yang aktif. Jaringan juga sudah kami nonaktifkan. Kemungkinan ada mic wireless di sekitar yang frekuensinya masuk ke sistem,” jelas Fizlan. Ia menambahkan, pihak panitia telah berkoordinasi dengan penyedia sound system serta protokoler untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali selama rangkaian MTQ berlangsung. Meski sempat mengganggu jalannya acara, kegiatan pembukaan MTQ tetap dilanjutkan dan berlangsung lancar hingga selesai.

Padang, akumalu.com — Suasana pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-42 tingkat Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, mendadak berubah ketika suara lagu terdengar dari pengeras suara di tengah pidato Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, Jumat (18/4/2026). Peristiwa tersebut terjadi saat Maigus tengah menyampaikan sambutan terkait pentingnya Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Ia bahkan sempat […]

Akumalu.com merupakan unit media di bawah naungan Dakoga Corp yang bergerak di bidang produksi konten, peliputan, dan media digital untuk mendukung kebutuhan informasi, dokumentasi, dan promosi secara profesional.

Email pimpinan : vanrevan390@gmail.com
Whatsapp : 085712378102

Popular Categories

Must Read

Suara Lagu Tiba-tiba Menggema Saat Pembukaan MTQ Koto Tangah, Wagub Padang Sempat Terhenti Berpidato PADANG — Suasana pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-42 tingkat Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, mendadak berubah ketika suara lagu terdengar dari pengeras suara di tengah pidato Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, Jumat (18/4/2026). Peristiwa tersebut terjadi saat Maigus tengah menyampaikan sambutan terkait pentingnya Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Ia bahkan sempat menghentikan ucapannya ketika suara perempuan menyanyikan lagu “Lelaki Cadangan” terdengar jelas di lokasi acara. Dalam pidatonya sebelum kejadian, Maigus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pelaksanaan MTQ agar ke depan kafilah dari Kota Padang mampu bersaing tanpa bergantung pada peserta dari luar daerah. “Yang ketiga bapak ibu semua, mohon dukungan kita semua. Kita tidak berharap lagi MTQ ke depan kafilahnya dari luar. Saya sudah sampaikan kepada Buya Suardi…,” ujar Maigus, sebelum akhirnya terhenti akibat gangguan suara tersebut. Camat Koto Tangah, Fizlan Setiawan, menjelaskan bahwa insiden itu murni kesalahan teknis (human error) dan bukan unsur kesengajaan. Menurutnya, seluruh perangkat audio sebenarnya telah disiapkan dengan pengamanan maksimal. Sambungan Bluetooth dan mikrofon lain telah dinonaktifkan, dan hanya mikrofon utama yang digunakan oleh Wakil Wali Kota yang aktif. “Bluetooth sudah mati, dan mic lain juga sudah dimatikan. Hanya mic yang digunakan pak Wakil Wali Kota yang aktif. Jaringan juga sudah kami nonaktifkan. Kemungkinan ada mic wireless di sekitar yang frekuensinya masuk ke sistem,” jelas Fizlan. Ia menambahkan, pihak panitia telah berkoordinasi dengan penyedia sound system serta protokoler untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali selama rangkaian MTQ berlangsung. Meski sempat mengganggu jalannya acara, kegiatan pembukaan MTQ tetap dilanjutkan dan berlangsung lancar hingga selesai.

©2026- All Right Reserved. Copyright by Akumalu.com