PADANG | Akumalu.com — Sosok pengusaha nasional asal Sumatera Barat, H. Arisal Azis, membagikan perjalanan hidup penuh perjuangan dalam kuliah umum di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas, Padang, Rabu (6/5/2026).
Di hadapan civitas akademika, mahasiswa, dan dosen, anggota DPR RI Fraksi PAN itu mengisahkan bagaimana dirinya memulai usaha dari nol di terminal Kota Pekanbaru hingga berhasil membangun jaringan bisnis nasional dan internasional melalui Indah Grup.
Kegiatan yang berlangsung penuh antusias tersebut dihadiri jajaran pimpinan kampus. Rektor Universitas Andalas diwakili Sekretaris Universitas (SU), para dekan, pejabat fakultas, serta dipandu moderator Dr. Harry Effendy Iskandar.
Dalam paparannya, H. Arisal Azis mengungkap masa-masa sulit saat merintis usaha pada era 1990-an. Berbekal tekad dan keberanian, ia memulai usaha kecil sebagai agen tiket di terminal Pekanbaru.
“Dulu saya memulai dari bawah. Saya pernah merasakan susahnya membangun usaha dari terminal. Tapi saya percaya, kerja keras dan kejujuran akan membuka jalan,” ungkapnya disambut tepuk tangan peserta.
Perjalanan panjang itu kemudian melahirkan berbagai perusahaan yang kini tergabung dalam Indah Grup. Di antaranya PT Indah Logistik, PT Indah Yatama Air Cargo & Yatama Prioritas, PT Indah Logistik Internasional, PT Travel Lega Trans/Josal Wisata, PT Arisal Televisi, PT Lega Andalas Logistik, PT Karier New, PT Josal Abu Yatama, hingga PT Josal Ekspres (JOE) dan klub sepak bola Josal FC.
Arisal menyebut, total perusahaan yang dibangunnya kini mencapai sekitar 13 unit usaha dan terus berkembang hingga menembus pasar internasional.
Namun di balik kesuksesan bisnisnya, Arisal justru menegaskan bahwa tujuan hidup bukan sekadar mengejar keuntungan materi. Ia mengungkapkan keputusan besar mewakafkan 60 persen saham perusahaannya untuk kepentingan anak yatim.
“Saya ingin usaha ini tidak hanya dinikmati pribadi atau keluarga, tetapi juga menjadi ladang manfaat bagi anak-anak yatim dan masyarakat luas,” tegas Ketua DPW PAN Sumbar itu.
Menurutnya, keberhasilan sejati adalah ketika kesuksesan mampu memberi manfaat sosial dan membuka jalan kehidupan bagi orang lain.
Selain membahas dunia usaha, Arisal juga berbicara mengenai perjalanan masuk ke dunia politik hingga dipercaya menjadi anggota DPR RI. Ia menilai politik harus menjadi sarana pengabdian dan memperjuangkan kepentingan rakyat.
Sebelum menjadi legislator nasional, Arisal dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Jiwa sosial itulah yang menurutnya menjadi fondasi dalam membangun usaha maupun karier politik.
Kuliah umum tersebut mendapat respons positif dari mahasiswa FIB Unand. Banyak peserta mengaku terinspirasi oleh kisah perjuangan Arisal yang dinilai mampu membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk sukses.
Moderator kegiatan, Dr. Harry Effendy Iskandar, menyebut pengalaman hidup Arisal Azis menjadi contoh nyata bagaimana semangat pantang menyerah dapat mengubah kehidupan seseorang.
“Beliau memberi pelajaran penting bahwa kesuksesan besar selalu dimulai dari keberanian menghadapi kesulitan,” ujarnya.
Kuliah umum itu ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan motivasi kewirausahaan yang berlangsung hangat. Banyak mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bertanya langsung mengenai strategi bisnis, kepemimpinan, hingga membangun jaringan usaha di era modern. (*)
