AGAM, — Semangat kemanusiaan dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan melalui kolaborasi Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sumatra Barat bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI dalam pelaksanaan program qurban bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Program kemanusiaan yang menyasar kawasan terdampak bencana ini bukan sekadar pelaksanaan ibadah qurban, tetapi menjadi simbol nyata solidaritas, empati, dan kepedulian terhadap para penyintas yang tengah berjuang bangkit dari keterpurukan pascabencana.
Dengan mengusung semangat “Kemanusiaan Selalu Menemukan Jalannya,” program ini berhasil memberikan manfaat kepada 122 Kepala Keluarga (KK) di wilayah terdampak.
Pelaksanaan qurban berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan. Tidak hanya dilakukan penyembelihan hewan qurban, kegiatan juga dirangkai dengan pengolahan daging bersama masyarakat, guru, relawan, serta keluarga terdampak bencana. Momen ini menghadirkan suasana haru sekaligus kebahagiaan di tengah masyarakat yang selama ini masih menjalani proses pemulihan.
MDMC Sumatra Barat menegaskan bahwa qurban di daerah bencana memiliki makna lebih dalam dibanding sekadar ritual tahunan. Di balik setiap potong daging yang dibagikan, tersimpan pesan kuat tentang pengorbanan, keikhlasan, dan keberpihakan kepada sesama.
“Pelaksanaan qurban di daerah bencana bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan simbol solidaritas kemanusiaan yang mendalam. Ini adalah pesan moral tentang pengorbanan harta untuk meringankan beban sesama, menumbuhkan empati, memperkuat ketabahan, serta mengikis egoisme di tengah masa sulit penyintas,” ungkap pernyataan MDMC Sumbar.
Kolaborasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa sinergi antara lembaga kemanusiaan dan pemerintah mampu menghadirkan manfaat konkret bagi masyarakat yang membutuhkan. Bantuan dari Kemendikdasmen RI yang dipercayakan kepada MDMC Sumbar dinilai menjadi bentuk perhatian nyata terhadap dunia pendidikan dan komunitas terdampak bencana.
Program ini mendapat apresiasi luas karena tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan masyarakat pada momentum Iduladha, tetapi juga menguatkan nilai gotong royong, ukhuwah, dan optimisme untuk bangkit bersama.
Di tengah berbagai tantangan pemulihan pascabencana, langkah ini menjadi pengingat bahwa kemanusiaan selalu menemukan jalannya—melalui tangan-tangan yang peduli, kerja sama yang tulus, dan semangat berbagi tanpa batas.(*)
