JAKARTA, Akumalu.com – MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) Sumatera Barat menerima penghargaan bergengsi dari MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai MDMC Paling Kreatif, Inovatif, dan Inspiratif dalam penanganan bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera dan Aceh periode November 2025 hingga April 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah, H. Budi Setiawan, ST, dalam sebuah kegiatan Learning Event bertajuk “Respon Bencana Banjir Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat” yang digelar di Gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026).
Acara tersebut turut disaksikan oleh Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. H. Hilman Latief, M.A., Ph.D, Wakil Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah dr. H. Agus Taufiqurrahman, Sp.S., M.Kes, serta Ketua Pimpinan Pusat Aisyiyah Dr. Apt. Salmah Orbayinah, M.Kes.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, inovasi, serta kontribusi nyata MDMC Sumatera Barat dalam merespons berbagai bencana hidrometeorologi, khususnya banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dan Aceh dalam beberapa bulan terakhir.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari kolaborasi yang solid antara relawan, masyarakat, serta dukungan berbagai pihak, termasuk para donatur yang turut berperan aktif dalam mendukung upaya kemanusiaan di lapangan.
Portito Ketua Sumbar, Perwakilan MDMC Sumatera Barat menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan. Mereka menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan respons kebencanaan di masa mendatang.
“Terima kasih kepada seluruh ayahanda, ibunda, serta para donatur yang telah mensupport dan menitipkan amanah kepada kami. Kolaborasi ini menjadi kekuatan utama dalam upaya penanganan bencana di Sumatera dan Aceh,” ungkapnya.
Penghargaan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dalam menghadapi tantangan bencana, sekaligus memperkokoh semangat kemanusiaan dan gotong royong di tengah masyarakat. (*)
